Saturday, September 17, 2011

Cinta, materi, keluarga, dan keadaan

Hampir semua orang di dunia ini pasti punya masalah, mulai dari cinta, materi, keluarga, dan harapan. ketika seseorang dihadapkan pada sebuah masalah, sebenernya simple untuk dijawab secara TEORI , tinggal pilih mau dihadapi / dihindari. tapi pada kenyataannya beda man ! kadang kalo masalahnya terlalu complicated, susah juga buat dihadapin, bakal ada satu sisi di diri kita yang pengen semuanya berakhir tanpa harus diselesaikan terlebih dulu. Gue, sama kayak semua orang-orang NORMAL di dunia ini, juga sama,selalu aja ada masalah setiap harinya, entah itu karena kolor yang ilang di jemuran, hampir nabrak ibu" yang mau nyeberang jalan, berantem sama sopir angkot, ahh banyak deh .. apalagi kalo udah ngomongin yang namanya cinta ! oke itu lagi males dibahas disini ..
sejauh ini, masalah yang kadang" bikin gue desperate dan hampir pgn makan sabun mandi (yang ini bohong deng), adalah D.U.I.T .yaa klasik .. ahaha , mau kemana", dokunya limit, mau apa-apa harus nabung dulu, mau dapet payung cantik harus pake baju samaan 3 orang, mau beli sirup ABC juga harus nungguin THR dulu dari warung batak sebelah.

Gimana ya, sering gue mikir, apa yang gue pengen, susaaah banget buat didapetin, sedangkan orang lain yang punya segala macem, malah kayak yang menyia-nyiakan apa yang mereka punya gitu.
Kan sebel !!

But then gue juga nggak menutup mata untuk semua hal yang udah ALLAH kasih buat gue, temen-temen yang baik, sahabat-sahabat yang super duper baik, ortu yang luar biasa ngertiin anak-anaknya (dengan cara mereka sendiri tentunya), dan orang yang gue cintai #tsaaaah, itu semua udah lebih dari cukup jadi alasan untuk bilang 'I'm Happy', keluarga gue emang biasa, bisa dibilang menengah aja lah, tapi gue nggak pernah mau ngeluh, apalagi kalo ngeliat kebawah, subhanallah, How lucky I am !! I just an ordinary girl, with an ordinary family, but have extraordinary live, dreams, and hope.

Yang pasti, jangan pernah nyerah sama keadaan, elo itu hebat !!

Thursday, September 15, 2011

Aku ini pada siapa ?

                                 

Pinjem jingle-nya diana helody ah, "Aku ingin yang ini, aku ingin yang itu, ingin ini ingin itu ingin dua-duanyaa... " hahaha .. GAK JELAS ! iyaa itu yang gue tau gue rasain sekarang ini, inget mantan yang ini, masih sayang, inget yang itu, masih sayang juga, rrrh.. cinta gue kenapa berantakan dan nyangkut dimana-mana gini sih ??, ada someone yang minta diyakinin kalo dia tuh the only one buat gue, sekarang gue aja nggak yakin sama perasaan gue, gimana mau bikin orang lain percaya ? gue nggak mau jadi orang munafik yang bisa bilang sayang kapan aja padahal itu nggak bener-bener terjadi. That's why sampe 3 bulan pasca END sama doi, gue masih males bikin komitmen dengan siapapun, yang jelas lagi nggak mau sama yang ribet-ribet !!

Thursday, August 25, 2011

Akhwat Bambu

Jika memang ada 1 dari 1000 manusia ‘hampir’ mendekati sempurna, itu pasti Mbak Alya, wanita cantik yang selalu tersenyum, hubungannya dengan Allah yang kejaga dengan baiiik banget (yang aku tau),Akhwat Bambu .. yaa.. menurut artikel yang pernah aku baca di majalah, orang seperti ini disebut juga sebagai ‘akhwat bambu’, menyejukkan, tanpa harus memaksa orang lain untuk menjadi sepertinya, nyaman, benar-benar sosok inspiratif yang aku kagumi.., tapi pagi ini.. sesuatu membuat sudut pandangku berubah.

Mbak Alya pergi ke klub ? ah, nggak mungkin, ini nggak mungkin ! mbak Alya yang aku kenal sebagai wanita shaleha, bahkan menurutku dia adalah teman terbaik seantero kampus, aku dengar dari Dini barusan, Pergi barsama 2 orang lelaki ke Klub kemarin sore.

“jangan ngada-ada lo din ..!” aku mencoba bersikap denial.
Swear, gue nggak bohong rin, sumpah deh, doi pergi bareng 2 cowok ke Ninety eight, gue liat sendiri, kayaknya mereka anak kampus juga deh, ckck nggak nyangka gue”

“Astagfirullah .... mudah-mudahan kita ngga suudzhan”.

*

Keesokan harinya, aku segera mencek ‘n ricek kebenaran berita yang aku peroleh dari Dini sahabatku, aku harus segera menemui mbak Alya nih, selesai kuliah aku harus menyelidikinya, Pukul 14.25 kelas bubar, sebagian mahasiswa dikelasku memilih untuk berdiskusi di kelas, setelah mendapat tugas dari dosen berjidat ting-ting (itu panggilan sayangku untuk dosen sastra yang jidatnya
hampir memenuhi isi kelas).

“Airin, aku pulang duluan ya .. ada urusan mendadak nih,
Assalamualaikum” dia mengucap salam setelah cipika-cipiki
“ee.. ehh, ia mbak, wa’alaikumsalam” jawabku kikuk, ketika mengingat peristiwa yang diceritakan Dini kemarin. untuk sekedar bertanya, aku tak berani, aku tak ingin selancang itu menanyakan perihal kepergiannya ke klub, biar bagaimanapun, aku sangat menghormatinya walaupun usia kami hanya selisih 2 tahun. I’m very respectful to her as she’s my sister. Aha ! daripada aku terus menyimpan rasa penasaran, lebih baik aku ikutin aja diam-diam, pikirku. Segera aku bergegas mengikuti Mbak Alya, mengendap-endap layaknya copet yang perlahan ingin menyergap mangsanya. Dini mengamatiku dari jauh. Di depan gerbang, Aku menaiki taksi dan segera mengikuti Mbak Alya yang menggunakan sepeda motor. Tiba di pertigaan, tidak jauh dari lokasi kampus, dia memasang lampu sign kearah kiri, “KANTOR PENERBITAN KOMUNITAS SAHABAT PENA”. O'ow, mau apa mbak Alya kesini ? sejak kapan dia berhubungan dengan dunia tulis menulis, wah .. penyelidikan semakin complicated !

“Mas, titip motornya ya !” ucap Mbak Alya kepada Mas-mas tukang parkir berhanduk merah jambu. Aku masih mengamati dari dalam taksi, persis seperti detektif yang menyelididki kasus perselingkuhan “Majikan & Pembantu”, aku tidak mau mbak Alya tahu kalau aku mengikutinya. Beberapa menit kemudian dia keluar dengan wajah sumringah. Hey, ada apa didalam ?, aku menunggu hingga Mbak Alya pergi, kemudian segera bergegas menuju kantor penerbit
tersebut.

“Selamat siang Mbak” sapaku kepada resepsionis
“Selamat siang, ada yang bisa dibantu ?” balas resepsionis berjilbab biru itu, ramah.
“Iya saya mau tanya,mbak yang barusan itu, ada keperluan apa ya kesini?”
“maaf, orang yang mana yang mbak maksud?”
“hmm, itu lho, mbak-mbak yang pake jilbab cokelat, tas selempang hitam, namanya Alya Yudhita, kebetulan saya adalah teman kuliahnya,tadi lewat sini, terus liat dia, tapi ngga sempet nanya.. hehe “ aku cengengesan, berbohong &mengarang alasan panjang lebar supaya nggak kelihatan sedang menyelidik , mungkin dalam hati mbak resepsionis itu bilang “nggak penting!”

“oOhh .. Mbak Alya itu ya ? iya, barusan dia menyerahkan naskah cerpen kepada redaksi, yang akan diikutsertakan dalam lomba tahunan, pekan cerpen remaja” jelasnya panjang lebar.

Hah ? cerpen remaja ? sejak kapan Mbak Alya suka menulis ? setahuku dia lebih suka dengan buku-buku ilmiah deh, dia sendiri yang bilang bahwa tahu tentang buku-buku fiksipun semenjak mengenalku,

“gimana bisa?” sergahku dalam hati.
“mm.. maaf mbak, ada lagi?” pertanyaan dari resepsionis itu menyadarkan aku yang sedang bengong.
“ehh, maaf maaf, boleh tahu apa judul cerpen yang dia tulis ?’ tanyaku penuh selidik
“sebentar ya .. saya cek dulu” Mbak resepsionis masuk kedalam ruangan redaksi, tidak lama kemudian dia kembali ketika aku ingin membuka sms dari Dini .
“ini mbak judul cerpennya” dia menyerahkan kertas kecil kepadaku
“Menjadi Semut Kecil : Malang 19 oktober 1992”.
OMG ?!! itu kan judul cerpen ku, cerpen yang pernah aku tulis beberapa bulan lalu dan sempat aku perlihatkan kepada Mbak Alya ! cerpen pertamaku yang ingin aku jagokan dalam kompetisi menulis di kampus bulan depan, sekarang ada ditangan penerbit, tetapi bukan atas namaku, melainkan atas nama Alya Yuditha ! perasaan berkecamuk dalam hatiku, rasa penasaran yang pada awalnya hanya ingin mengetahui tentang kepergiannya ke klub, berubah mnjadi rasa marah dan kecewa. Kok bisa ??

**

“hey non ! gimana penyelidikan lo kemarin ? gue sms ko ngga dibales ?” Dini menghampiriku yang sedang berjalan di koridor kampus
“Parah !” jawabku singkat
“hah .. ? apanya yang parah ?” Dini penasaran
“Mbak Alya ..” ucapanku menggantung, terlalu malas untuk bercerita.
“Mbak Alya Parah ? kenapa ? aduh ada gossip apalagi nih ?” Dini yang cerewet makin menggebu-gebu
“ini bukan gossip Din, ini FAKTA ! dia.. hrrh dia ngirim cerpen gue ke komunitas Sahabat Pena, tanpa sepengetahuan gue, dan parahnya lagi cerpen itu dimuat atas nama dia !” nada bicaraku meninggi

“hah ? serius lo?”
“ihh beneran … parah kan ? gila ya, padahal cerpen itu mau gue kirimin lusa , kalo udah diikutsertakan ke lomba lain mana mungkin bisa, apalagi nanti gue dikira plagiat sama BEM, padahal jelas-jelas itu karya orisinil gue yang dibajak orang ! huh” tak tahu kenapa aku semakin kesal harus menceritakan ini kepada orang lain.

***
Sejak pagi hingga siang ini, aku sama sekali tidak menegur mbak Alya di kelas, Mbak Alya yang sedikit pendiam hanya geleng-geleng kepala setiap kali bertanya kepadaku “kamu kenapa Rin ?”
“Nggak apa-apa” jawabku singkat, enggan melihat wajahnya, apalagi berbicara kepadanya. SEBEL ! . Sore harisetelah mata kuliah terakhir selesai, kuliah mulai sepi, aku duduk disamping Mbak Alya yang sedang merapikan bindernya, tatapanku lurus, aku mulai membuka percakapan
“Apa maksud mbak mem-plagiat cerpen aku ?”
“He ? plagiat cerpen ? maksud kamu ?” tanyanya tak mengerti
“hmh” aku tersenyum getir, sinis. “Enggak usah pura-pura deh , Mbak ngirim cerpen aku kan ke penerbit komunitas sahabat pena? Atas NAMA mbak Alya . Mbak kan tau, cerpen itu bakal aku jagoin buat kompetisi menulis cerpen fiksi bulan
depan ..!” emosiku mulai memuncak
“Ohhh.. itu” tanyanya lagi tanpa perasaan bersalah sedikitpun
“hhh.. aku nggak nyangka ya, mbak orangnya kayak gini. Sebelumnya aku juga denger dari anak-anak kalo mbak pergi ke Klub, aku kira mbak tuh beda .. ternyata ngga seperti
keliatannya, aku kecewa sama Mbak !”
Aku bergegas pergi meninggalkannya , tak mau menengok lagi .
“eh eh, Rin.. ko pergi.. aku kan belum ngomong ?” panggilnya. Aku tetap berlalu. Nyelonong.

***

“Emosi itu ngga akan pernah menyelaikan masalah tohnduk, kamu kan masih bisa bikin cerpen yang lain, nggak perlu marah-marah kayak gitu” Nasihat Ibuku setelah aku menceritakan semuanya, disaat paling “enggak banget’ seperti ini memang ibu tempat yang paling tepat
untuk diajak curhat.
“gimana nggak emosi bu, aku sampe bela-belain begadang buat bikin cerpen itu, untuk nulis cerpen baru udah nggak mungkin, besok pagi tuh udah deadline bu, gimana rasanya coba, karya yang aku bikin susah payah malah diakui orang lain ? apalagi itu adalah orang terdekat aku sendiri”
“Iya ibu ngerti, tapi masalah mbak Alya pergi ke klub kayaknya ibu nggak yakin deh, yang ibu dengar dari cerita-ceritakamu tentang Mbak Alya, kayaknya ngga mungkin deh rin" ibu mencoba tetap positive thinking
“ah.. tau ahh .. pokoknya weekend ini aku mau ke Bandung aja, liburan di rumah tante, BT disini”
Yowes terserah kamu, tapi kalo bisa mbok ya jangan suudzhan dulu, nanti dimarahin sama Allah lho, dikutuk kulit kamunambah item, hihi” ibu yang jahil menggodaku yang ngeloyor pergi, tambah manyun.

Aku menyiapkan sedikit pakaian untuk 2 hari berlibur di Cihampelas, “huh lupain aja ‘Rin kompetisinya” kataku kepada diri sendiri. Setelah berpamitan, aku segera bergegas menuju terminal, masuk kedalam bis jurusan Bandung yang masih sepi penumpang, aku mencari-cari tempat duduk yang pas, aha, strategis, di sisi kiri, dekat dengan jendela dan pintu. Aku menyimpan tas, mengambil iPod dari saku celana jins yang sudah belel, menggeser tombol switch off ke on, klik tombol
play, lagu lawas milik Sheila on 7 menemaniku didalam bis yang masih lengang. Hanya terlihat 2 orang lelaki duduk di deretan kursi belakang, kelihatannya
seperti perantau yang akan pulang kampung, tebakku sok tahu . 1-2 pedagang asongan masuk kedalam bis, dari arah belakang tiba-tiba seorang bapak-bapak penjual kerudung menyapaku “permisi neng, sendiri aja?” tanyanya ramah, tapi aku tetap waspada “sok kenal banget nih orang” kataku dalam hati.
“eh, ia pak.. hhe” senyum terpaksa
“mau
beli kerudung ? maaf, tadi kebetulan saya lihat neng sholat Ashar di Mushola terminal, mungkin berminat untuk pakaikerudung?”
“deg!”
nah lho, jantungku seperti dihentak, jilbab .. ia .. niat yang udah lama aku pikirkan, tapi masih belum aku laksanakan sampai saat ini
“bahannya adem mbak, Cuma 30 ribu 2 pcs”
lanjutnya sambil mengibar-ngibarkan jilbab dagangannya tersebut
Aku tertarik melihat jilbab warna-warni itu, bebrapa bulan yang lalu mbak Alya juga pernah menghadiahiku 1 Jilbab putih, cantik .. dia bilang
“boleh dong kapan-kapan aku liat Airin pake jilbab” ucapnya tersenyum, aku tau dia sama sekali tak bermaksud menyindir
“hehe .. ia Mbak , insyaAllah kapan-kapan ya ..” aku menjawab ngasal Aduh .. jadi inget mbak Alya lagi
. masih gondok.
“neng?” ucap penjual kerudung, lagi-lagi aku bengong
“eh, ia pak .. 25 ribu 2 ya pak ? gimana ?” aku menawar
“hmh.. boleh deh, mau ambil berapa ?
“2 aja, yang ini, sama yang ini, ni uangnya pak”
“ya, makasih neng” penjual kerudung itu pergi Aku membeli jilbab berwarna Hitam dan Abu, warna yang biasa dipakai untuk jilbaber pemula.aku mau belajar pakai jilbab ah  kata ibu niat baik itu ngga boleh ditunda-tunda. Batinku mantap!. Tiba di kediaman tanteku di Bandung, niat semula ingin menghabiskan weekend di kebun Strawberry, aku malah tidak pergi kemana-mana, aku bahkan hanya mematut-matut diri di depan cermin, belajar memakai Jilbab. Tante Ira yang melihatku sibuk nggak karuan, dengan baik hati membantu
“aduuh.. udah segede ini ko ngga bisa pakai
jilbab..” goda tanteku
“hehe.. abis aku nggka pernah belajar tan, dari dulu disuruh sama ibu tapi ada aja alesannya” jawabku ngeles
“sekarang mau pake gitu?”
“Iya tan, udah dapet hidayah kayaknya, heheh” Dengan sabar, tante Ira membantuku memakai Jilbab dengan benar, ternyata jilbab membuatku terlihat lebih cantik , tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Senang :).

Masalahku dengan orang yang kuanggap saudara, yang telah mengecawakanku, sejenak telupakan.

***

Ringtone Chris Brown berbunyi dari Hp-ku, berdering berkali-kali, ahh .. udara kota yang sejuk membuatku urung menjauh dari selimut tebal yang membungkus badan Hp aku letakkan di meja dekat pintu. Setelah
bunyi yang kesekian kali,aku terpaksa melangkah, meraih Hp.
“Dini, mau ngapain ni anak ?”
“klik” kutekan tombol aswer
“huaalloo..” sapaku malas
“eh, halo rin, ini gue Dini”
“ia udah tau
cumii.. kan ada nama lo.. hhrh ada apaa sih? Pagi-pagi udah gangguin liburan guee .. hoaahh” ngedumel
“itu rin, Mbak Alya, kena musibah .. semalem dia tabrakan sama gerobak bakso mas ‘min”
Pfiuuhh Dini, pliss deh .. tabrakan sama gerobak sampe seheboh ini ..
“hee ? Cuma tabrakan sama gerobak bakso trus kenapa?”
“iyh jahat lo ya, matanya kena cuka yang ada digerobak, dua duanya, sampe dilarikan ke rumah sakit tau !”
“degg !” jantungku melonjak.. kaget
“sserius lo din?”
“Sumpah!” . Tanpa babibu, aku segera
bersiap-siap untuk pulang, pamitan kepada tante, dan .. kali ini berbeda, aku mengenakan Jilbab.. ia jilbab hitam yang aku beli 2 hari yang lalu.

**

“Assalamualaykum Mbak” aku mengucap salam, mataku berkaca-kaca melihat kondisinya, matanya dibebat oleh perban hingga megelilingi kepala.
“wa’alaikumsalam.. Arin?” jawabnya tersenyum, Subhanallah.. dalam kondisi seperti ini bahkan dia masih tetap bisa tersenyum
“Mbak, aku minta maaf ya, aku udah marah-marahin mbak waktu itu, ngga seharusnya aku marah-marah kayak gitu .. aku udah lupain ko masalah cerpennya”

“Iya nggak apa-apa, aku juga yang salah nggak ngomong sama kamu, jadinya salah paham deh, maksud aku mau kasih kejutan ke kamu, jadi ceritanya, waktu itu temenku orang redaksi di komunitas Pahabat Pena, ngga sengaja liat cerpen itu diblog kamu, dia bilang lumayan bagus dan kenapa ngga nyoba dikirim ke kantornya aja, hadiahnya kan lumayan banget Rin kalo menang, dapet Ipad lho “ dia menjelaskan panjang lebar

“…”

Aku masih diam, merasa sangat bersalah
“Oiya, satu lagi. Cerpen itu memang dimuat dengan biodata aku, tapi tetap atas nama kamu, tetap aku cantumin karya Airin kok di cerpen, maaf ya “

“Ehh .. lalu, masalah mbak ke klub itu ? alih-alih meminta maaf, aku malah menanyakan hal lain.
“ohh, hehehe.. mau dibeli sama pihak kampus, katanya sih mau bikin aula baru disana, aku kan anggota BEM juga, aku ditunjuk oleh ketua untuk terjun langsung dalam proses perizinannya”

“…”

Aku hanya terdiam mendengar penuturannya, aku salah paham, aku bodoh, aku telah berprasangka sangat buruk kepada wanita baik ini, wanita berhati malaikat ini, maafkan aku Ya Rabb.
“Mbak..”
“Iya Rin..”
“Aku..udah.. pake jilbab”
“Oiya ? Alhamdulillahirabbilalamin.. “ucapnya penuh rasa syukur
“Kamu pasti cantik banget Rin”
“Iya, mbak bilang mau liat aku pake jilbab.“ pelupuk mataku menghangat
“Mau banget Rin, tapi gimana lagi, dokter bilang kalau pengobatan berjalan lancar, mata aku baru pulih sekitar 2 munggu lagi”
“Mbak..”
“Iya, kenapa lagi Rin ?”
“maafin aku yaa .. maaf banget” ucapku sambil memeluk Mbak Alya, tangisku tumpah dibahunya, sangat-sangat merasa bersalah. Pintaku saat ini, Ya Allah,segeralah sembuhkan malaikat ini .. :(

Thursday, July 14, 2011

Yang hilang & nggak pernah hilang.

*nasib jombloers !!
Maming sendirian dikamar, dengerin lagu-lagu mellow. OMG ! the world is so unfair.
Haha,1 jam yang lalu (gue nulis diary ini tepatnya 1 bulan yang lalu) temen kuliah gue, Kutil, sms kayak gini ke gue, lalu gue bales :

*nasib jombloers II !
Maming sendirian juga, nyuci motor, dengerin mp3 sambil sikat-sikat ban, nyanyi-nyanyi sampe hamper disiram warga. It’s a beautiful world mons ! :)

Itu adalah sms-sms bego dari 2 orang cewek jomblo, exactly high quality jomblo (najeess).

Buat sekarang gue mau nikmatin aja deh masa-masa kayak gini, sampe someday, ya.. someday, gue bisa bikin keputusan yang bener, lo harus tau man, jomblo itu pilihan, bukan karena elo nggak laku atau nasib lo jelek (hahaha pembelaan).

sebagai warganegara dan penduduk yang baik , gue cuma berharap malem ini ada razia buat orang-orang yang pacaran. HA HA HA.

Eh, ngomong-ngomong soal penduduk, KTP gue ilang !
Kyaaaaa..... KTP gue raib entah kemana, ini nih yang bikin gue sebel sama diri gue sendiri, kok bisaaa ? udah member card perpus ilang, besok-besok ? mungkin kuping ini juga kalo nggak nempel dari sananya udah ilang.

Tapi, kenapa rasa ini nggak pernah ilang ya buat dia ?? #eeaa

Her note.

Baru aja baca note temen gue hingga akhirnya hampir nangis, tapi nggak jadi.

Orang yang selama ini gue kira beruntung dengan segala hal yang dia punya, ternyata nggak jauh lebih beruntung dari gue.

Subhanallah .. ternyata mungkin hidupnya jauh lebih pahit dari yang pernah gue rasain.
Liat dia, dan temen gue yang 1 lagi, ibarat koin yang punya 2 sisi. Bedaaa banget !.

Yang 1, kuliah dengan susah payah tanpa support dari siapapun.
Dan yang lain, memiliki kesempatan, support, materi, apapun..
Tapi ngga pernah mensyukuri apa yang dia punya, ckckck

Emang nggak munafik, gue pernah ngerasa kalo hidup ini ngga adil, gue pernah protes sama Allah, kenapa mereka yang punya semangat untuk sekolah, banyak yang nggak punya kesempatan.

Sebaliknya, yang punya kesempatan luas buat sekolah sampe gelar apapun, malah menyia-nyiakan semuanya. Tapi seiring waktu (caelah) gue sadar, justru disinilah letak keadilan Tuhan, DIA itu demokratis man, selalu ngasih peluang bagi siapapun yang mau terus berdoa dan berusaha.

@buat a*** : sabar ya sist’ .. someday tangis itu pasti jadi tawa, inget .. dibalik kesusahan pasti ada kemudahan 

@***** : cepet-cepet sadar yah 'nak,. mau sampe kapan bohongin semua orang yang sayang sama lo ?

need ONLY a mirror !

Ironis liat kehidupan temen gue yang satu ini, cantik, pinter, tajir, tapi sayang dia ngga ngerti apa-apa soal hidup yang bener.

Gue juga belum bener. Tapi yang gue tau, hidup dia timpang banget sama hidup gue yang pas-pasan tapi bahagia lahir dan batin *azeg*

Karena meskipun nggak punya apa-apa, tapi gue dikelilingi orang-orang super yang dikirim khusus oleh Allah buat gue, buat bikin gue jadi orang yang “mau bener”, dan gue sangat bersyukur atas hal itu.

Gue bersyukur banget nggak punya hidup kayak temen gue itu, yang dari dulu cuma dimanfaatin temen-temennya, it’s not a truly friendship !

Doi bilang “ gue pengen banget punya temen yang bener, yang nggak manfaatin gue! “, niatnya bagus , tapi coba, elo sendiri gimana ? kalo lo aja nggak mau denger kata-kata orang, kalo lo aja nggak pernah mau mengakui kelebihan orang lain, dan nggak pernah mau nerima kekurangan orang lain, gue berani bayar pake gerobak cimol, elo nggak akan pernah bisa dapet temen yang baik !

Dan semuanya emang tergantung kita, kalo kita bersikap baik sama orang lain, kita juga pasti akan dapet yang baik kok.

Yeah .. dear you
Cantik, tajir, dan pinter.
Tapi Cuma butuh KACA !

Pasaran.

Sebel banget kalo muka gue yang selalu gue bangga-banggain di depan kaca ini disama-samain sama muka orang. Okelah kalo Cuma 1atau 2 kali, lah ini ? hampir setiap kali gue jalan-jalan keluar, adaaa aja yang bilang gue mirip inilah, artis itulah, mirip adeknya, sepupunya, tetangganya, anak sepupu paman dari bibinya.

*sigh*

Awalnya emang menyenangkan dibilang mirip dengan orang-orang yang mukanya lumayan bagus (baca : cakep), dan betapa sialnya mereka yang harus mirip gue, tapi lama kelamaan kok jadi nggak nyaman ya ? gue seperti kehilangan “eksklusifitas” (alaah!).

Allah tuh kan nyiptain gue dengan sebaik-baiknya, ya walaupun tampang pas-pasan, tapi gue itu LIMITED EDITION ! hehehe…

Tapi yaudahlah. gue pikir-pikir, mungkin emang ini caranya berbagi.
Nahh, setelah gue berhasil mengikhlaskan hati gue sebagai orang yang bertampang mirip dengan ‘siapa-siapa’, ada hal lain yang bikin gue bete, orang-orang sering ngira gue sebagai orang yang profesinya macem-macem. Persisnya di salah satu mall di Bogor, gue pernah diikira sebagai SPG baju, padahal gue lagi nunggu temen milih-milih baju, kostum gue juga cuma celana pendek sama T-shirt (nggak ada setelan tukang dagang sama sekali, kecuali tukang kacang, cangcimen cangcimen, kacang kuaci permen).

Doi nanya : “mbak, ini bajunya kalo dicuci pake sabun pudar nggak yah warnanya? Terus ini bahannya dari apa sih?” mbak-mbak itu nyerocos tanpa sedikitpun melihat tampang gue yang udah meringis-meringis pengen nabok *wuaatttaa*

Gue      : “eng.. ehehe bukan saya mbak yang jaga, yang itu tuh” tunjuk gue ke mbak-mbak
               berkerudung ijo.
Doi       : “ehh maaf maaf , saya kira ..”
Gue      : “iya gapapa . ho HOO ho HOO ngok !!” huh saya kira saya kira, situ kira saya yang jual                      bajunya ?, mentang-mentang muka saya mirip hanger.

Ada lagi, waktu kemaren gue hang out bareng temen-temen, anak-anak ngumpulian ongkos angkotnya di gue, ada enem-an (6 orang), kebetulan di depan gue ada ibu-ibu sama anaknya yang udah ABG, dia tiba-tiba nyodorin duit 10.000an sama 2.000an ke gue, “nih mbak”

Gue       : “eh?” ngga ngerti (karena emang lemot)
Ibu2 itu : “iya.. sekalian ongkosnya ! hehe”
Gue       : “ooOh, Iya.. iya bu, IYA. (gubrak)

Tanpa dikomando temen-temen gue ngakak bareng-bareng, bukan karena ibu-ibunya, tapi karena ngeliat tampang bodoh gue. Kampret !

Ya emang sepele sih, tapi bukan cuma cerita diatas, gue pernah dibilang tukang bank keliling , tukang ojek, artis (yang terakhir boong, sumpah) dan lain-lain.

Apa setelah gue mulai ikhlas menjadi orang yang bertampang mirip dengan “siapa-siapa”, lalu gue harus ikhlas juga nerima kenyataan sebagai orang yang berprofesi “apa-apa” ?

Sunday, July 3, 2011

Heartlicious.

Cuma mau ikut kompetisi cerpen aja, susah banget.

Eh maksudnya banyak juga tantangannya
'sabar.. Orang sukses awalnya ga pernah ada yang enak' gitu yang mbak Alfi bilang.

Sukses ? Hemm amin (hopeful) soal cinta (percintaan gue) pasca putus dari dia so far nggak ada masalah tuh ! (yaialah putusnya aja baru kemaren!). At least, gue ngerasa lega aja ngelepas someone yang emang lebih baik dijadiin temen.

Urusan cinta entar dulu deh, mau fokus sama yang ada di otak gue dulu, capek juga kalo harus sering2 'aya changed her relaionship status' arggh.. it's wasting time.

Fokus ! Fokus !

Toh masih banyak anak-anak terlantar, eh salah. I mean, masih banyak orang-orang disekitar gue yang perlu diperhatiin. Yang terpenting, relain aja yang udah pergi, jaga baik-baik mereka yang masih ada :).

Tuesday, June 14, 2011

Miris.

Klasifikasi Sosial yang pernah gue pelajari di pelajaran sosiologi SMA , baru bener-bener gue mengerti, setelah 3 tahun kemudian.

Gilak, otak gue kayak masuk ruang 2 dimensi yang bedaaaaaaaa banget !
#1 gue melihat orang-orang tajir, nikmatin hidup yang mereka punya udah kayak dunia milik engkongya, dan .. segala sesuatu bisa mereka dapet dengan mudah, kalo MR. Crabs (Sponge Bob) bilang sih “ uang .. uang .. uang ..”

#2 gue ngeliat potret kehidupan yangiris, kadang nggak habis pikir “gimana bisa ya mereka ngejalanin hidup mereka sendiri ?!”

Rumah dengan ukuran cuma 6 x 8 meter dihuni 10 orang ! Mau tidur aja sampe ganti-gantian.

Kalo kata nyokap sih, nanti di akhiratnya orang ‘kaya’ tuh lebih lama 500 tahun nyampe ke Surganya, dibanding sama orang miskin. Mudah-mudahan sih bener (amiinn)

Gue nulis kayak gini, bukan karena gue iri sama yang diatas gue, bukan juga karena gue sok kritis, gue hanyalah orang beruntung yang ada ‘ditengah-tengah’ mereka.

Saat ini, gue sebagai seorang mahasiswaa, anggota dari sekumpulan orang - orang yang ‘katanya’ terpelajar dan ‘katanya’ lagi punya idealisme ini belum bisa berbuat banyak.

Cuma bisa berpikir positif dan  percaya bahwa masih banyak orang-orang baik diluar sana.
*hopeful*

Jadi guru ?

Nggak pernah terbayangkan sebelumnya kalo orang se-ngaco dan se-eggak banget kayak gue bakal jadi seorang guru. Merupakan tanggung jawab yang beraaaat banget buat gue, untuk jadi seorang tenaga pendidik yang baik, oke, orang-orang bilang 'jadi guru mah gampang kali'. But hey, jadi guru yang kayak gimana dulu ?. Elo didik anak orang loh !

Gue ngga mau jadi Guru yang ‘ecek-ecek’. Gue pengen ketika gue jadi seorang guru nantinya, gue udah bener-bener ‘qualifyed’ buat jadi seorang pendidik.

We’ll see. Semoga :)

Wednesday, February 16, 2011

Karena udah terbiasa.

Jadian sama dia, awalnya hampir nggak ada rasa, FLAT. Gue jadian sama dia bukan karena kasihan, ato ga ada pilihan lain, tapi mungkin karena udah terbiasa . Dia yang sering nemenin gue, dia yang selalu ada disaat - saat penting.

Itu dia.

Dia nggak spesial, nggak ganteng, nggak keren juga.

Kenapa gue akhirnya nerima dia ?.

Mungkin karena udah terbiasa.

Monday, February 14, 2011

Enggak (pernah) Jelas.

Liat berita sore, lagi-lagi fasilitas umum dirusak dan digunakan oleh orang-orang nggak bertangungjawab untuk kepentingan pribadi, jembatan penyeberangan di congkel paksa, diambil besinya buat dijual lagi, ke tukang besi loakan mungkin, ckck

Cacatnya negeri kita, “korupsi” kayak gini bisa jadi cikal bakal korupsi-korupsi lain yang lebih besar, disana-sini orang-orang cuma bisa ngomong, ngutuk, menyudutkan para koruptor kelas kakap, lah mereka sendiri ? apa kabarnya ?

Hal-hal kecil kayak nyontek, kerja males-malesan, nggak bayar hutang, buang sampah sembarangan, ngerokok di tempat yang udah jelas-jelas ditulis “No smoking”, dengan atau tanpa kita sadari, juga udah bagian dari korupsi, Korupsi waktu, korupsi kepercayaan, dan korupsi tata tertib.

Apa gini banget ya Indonesia Raya ?.

Apa bener peraturan di indonesia dibuat cuma untuk dilanggar ?.

Coba bayangin kalo kita orang-orang biasa yang sering ngelanggar peraturan kayak diatas, tiba-tiba jadi wakil rakyat, mau ngeruk kekayaan Negara berapa banyak? Lha wong jadi orang miskin aja bertingkah, apalagi jadi “mereka” di gedung megah sana yang punya banyak celah buat ngelakuin hal yang nggak bener. Astaghfirullah.

Gue nggak munafik, gue juga pernah nontek, lupa bayar utang.. hehehe, buang sampah sembarangan, dll. Setidaknya di postingan ini, gue pengen kita bisa introspeksi bareng-bareng, bukan cuma bisangomong “koruptor ini.. koruptor itu..” tapi juga bisa buktiin kalo kita emang nggak seperti mereka,

Just talk less do more!

Bukankah perubahan untuk hal yang lebih baik itu harus dimulai dari diri sendiri ? :)

Friday, February 11, 2011

Fellows Criteria

Hari ini, 1 minggu yang lalu, gue dan kawan-kawan jalan ke Ancol.
Uhuy, emang cuma ancol, karena lagi cekak buat masuk ke dufan. Hiks.

Setiap trip, kumpul-kumpul, ngerumpi, atau sekedar foto - foto nggak penting, merupakan moments spesial buat gue, kemanapun dan apapun yang kita lakuin, asal positif, yang penting bareng - bareng !

Menurut gue pribadi, siapapun layak di jadiin temen asal positif, nggak sombong, dan nggak terlalu demen ngomongin orang, apalagi temennya sendiri . Gue masih bingung deh sama orang yang hobinya ngomongin orang, apa mereka nggak punya kerjaan lain ya ? yang lebih penting gitu, ngapain kek, cari kutu kek, ngupil kek, apa kek.. ya emang sihh gue ga pernah jadi korban dari orang-orang yang kayak gini.. (setau gue), Tapi aneh aja gitu, emang masih bisa di bilang wajar lah kalo cuma sesekali. Lah kalo jadi rutinitas? kumaha coba ?

Untungnya sahabat - sahabt gue bukan orang kayak gitu, menyenangkan punya mereka, kekurangan kita masing - masing yang bikin persahabatan jadi 1 paket lengkap kalo kita bareng-bareng.. :)

Thursday, February 10, 2011

Iltah : Ilang Tahun

5 hari setelah hari ilang tahun gue, flashback lagi.. udah banyak banget pengalaman berharga dan pelajaran positif yang gue dapet, mulai dari pengalaman menyedihkan : di tinggal bokap di umur 10 tahun, koflik berkepanjangan dengan nyokap sampe gue kelas 2 SMA, masuk ke sekolah yang sangat tidak gue harapkan, sampe koflik-konflik yang kalo di pikir-pikir "Apa yang gue pilih tuh nggak pernah disetujuin nyokap, nggak pernah ketemu !"

Sampe pengalaman yang "seru", asyiknya nyari duit sendiri, biayain kuliah pake duit sendiri, susahnya nerima kenyataan ketika sebuah kecelakaan berhasil bikin gue shock berat, hubungan dengan pacar yang nggak pernah bertahan lama karena berbagai faktor. Pindah dari satu hati ke hati yang lain, berantem sama temen, jadi pendengar atas cerita temen-temen cewek yang nggak berhasil menjaga virginity mereka sebelum nikah. Buat hal ini, gue nggak tau kenapa mereka milih gue untuk jadi pendengar atas aib yang mereka lakuin, setiap gue tanya, alasan yang mereka lontarin adalah :

"yaa.. gw percaya aja sama lo.."

helloo.. kenapa harus gue... ??

Usaha-usaha yang gue lakukan sampe detik ini, mungkin nggak seberapa dibanding sama orang-orang atau calon orang-orang sukses diluar sana, yaa.. tapi mungkin cuma segini kapasitas gue.
Bukannya Allah itu ngasih cobaan/ujian sesuai dengan kemampuan masing-masing individu ?.

Keringet yang bercucuran, semua yang udah gue lewatin, pelan-pelan berbuah manis. Cita-cita untuk kuliah (dengan uang sendiri) tanpa bantuan material dari siapapun, sedang gue tempuh, konflik yang dulu sering bikin gue ngerasa pengen cepet-cepet kabur dari rumah, sekarang malah kayak nggak pernah terjadi apa-apa.

dan,
dari semuanya yang ga akan pernah hilang adalah
"SAHABAT"

Gue nggak akan pernah rela mereka di tukar dengan apapun, walaupun dengan 3 PORSI ketoprak paling enak se-DUNIA, pokoknya nggak mau ! titik.

Thanks to all my friends, for always being there when no one else does :)

Tuesday, January 25, 2011

Absurd News.

HOAM.

Ngantuk tapi maksain buat bikin postingan biar sok-sok eksis diblog.Akhir-akhir ini banyak berita aneh-aneh ya di TV, mulai dari crop circle di bantul, yang diduga jejak pesawat alien yang mendarat nyasar (soalnya ada di tengah-tengah sawah) . sampe ke "itu-ituan" (read : Kuntilanak) pake dress pink yang juga ga mau kalah eksis.

Belum lagi masalah negara INDONESIA tercinta, Om Gayus yang ngalahin rekor Sinta Jojo tapi bukan karena bakat lip sync, melainkan bakat datting (jidat tingting) yang bikin aksi dia mulus kayak paha gue. Ralat : Paha nyokap gue, eh tapi emang masih bagusan paha nyokap gue sih, ya kira-kira punya diameter 1/3 lebih besar lah. Eh kok jadi nomongin paha ?

Terus, belum lama presiden curhat masalah gaji, gaji yang nggak naik-naik tapi tunjangan dengan embel-embel bukan gaji pokok-yang mungkin sengaja nggak di sebut (bisa kali pak!).

Aneh ya emang negara kita ini. Kalo bukan karena orang-orang yang saya cintai dan saya sayangi disini, saya mungkin sudah ngugsi ke Jepang, mendingan bantuin nobita hunting baju buat Doraemon.

Wednesday, January 19, 2011

Superb !

Hidup tuh emang nggak bisa di duga ya gimana jalannya. Kadang yang kita mau, nggak kita dapet. malah seringkali, yang terjadi malah sebaliknya. Buat ukuran seorang remaja (ecie remaja), gue termasuk orang yang masih bingung dengan jati diri, gue sering nemuin hal aneh yang dilakukan orang dewasa, dan kadang bikin gue mikir "Apa gini ya jadi orang dewasa?"

pernah gue mikir juga, untuk nggak mau jadi orang dewasa. To stop growing up. Gue nggak mau ikut-ikutan aneh kayak mereka. (pikiran yg bodoh sekali ya.. :p)

sampe gue w bertemu dengan sesorang yang 'WAH'. Iya, 1 kata paling pas buat menggambarkan dia, cuma itu kayaknya. Gue absolutely kagum sama kepribadiannya, hubungan dia sm ALLAH yang kejaga banget dengan baik, bicaranya dia yang nggak pernah gue rasa menggurui, sosok yg mandiri banget, sabar, dan ga pernah nyerah. Buat ukuran manusia, dia sempurna menurut gue.

Saat gue lagi bingung dengan identitas gue sendiri, dia dikirim ALLAH buat nunjukin apa sebenernya identitas gue. Walaupun gue dan dia itu BEDA banget.

Dia udah berhijab. Gue belum.

Dia lembut, gue serampangan.

dan,

Dia suka kebab, gue doyan ketoprak.

Bener-bener kayak kebab and ketoprak memang.

tapi yg pasti, semuanya kayak aneh kalo berhubungan dgn dia,
adeeemm banget !

Sebelumnya, gue kira perempuan kayak gitu cuma ada di novel-novel islami atau di sinetron aja. ternyata beneran ADA,

she's amazing..
she's superb.