Thursday, June 28, 2012

Hanya Sekedar Menikmati



Aku menikmati rasanya jatuh cinta, walaupun aku tahu suatu saat aku akan merasakan pedihnya tergores duri patah hati

Aku menikmati kejengkelan saat bertengkar dengan sahabat, karena dengan begitu aku mengerti hangatnya unggun persahabatan

Aku menikmati indahnya mengagumi, sebab hal itu membuatku paham.. betapa dunia ini indah dengan seni
Aku menikmati lelahnya bekerja keras, ia mengajarkanku bahwa kesuksesan tidak akan pernah datang pada orang  yang malas J

Dan aku menikmati ketika sore ini, ibuku ‘bernyanyi’ dari dapur sana, aku menikmati setiap detik dimana nada-nada penuh kegeraman mengalir lembut dari mulut Ibu. Itu karena aku tau, suatu saat nanti aku akan merindukan ‘kicauannya’. Bukan aku mengkhayalkan hal yang belum pasti terjadi, tapi sudah kubilang bukan ?

Aku hanya sekedar menikmati .. ;)

Keranjang Kehidupan



Tuhan
Aku memang makhlukmu yang kurang mengerti cara bersyukur
Aku kerap mengeluhkan hal-hal sepele tanpa ingat untuk menunduk
Aku lelah Tuhan
Aku lelah berperang melawan satu sisi diriku yangterlalu ambisius

Aku lelah menghadapi ujian, cobaan, atau apalah aku menamakannya

Sampai pada suatu hari
Aku menemukan bocah kecil itu berdiri
Dibawah pohon kering tak berdaun

Bocah dengan pipi merona
Ketika malu-malu kudekati
Pipi merona itu mengukir senyuman
Senyum bernuansa mimpinan luas membentang

“Resti!”
Wanita tua itu memanggilnya
Si pipi merona berlalri menghampiri
Dengan sigap iamemikul keranjang sampah
Aku menatapnya takjub
“Ini adalah keranjang kehidupan,” katanya.

Yang Tak Tersampaikan


  
Aku teringat
Wangi itu .. aroma pagi yang menggetarkan
Aku masih berdiri di sudut sepi  ketika kamu memandangku layu
Tirai biru yang menyibakkan suasana pilu
Tirai biru yang menyibakkan beribu kedukaan

Maaf untuk sesuatu yang tak pernah kutahu
Untuk sesuatu yang selesai tanpa sempat ku mulai
Andai  detik ketika matamu tertutup
Kelopak matamu masih sempat menatap bayanganku
Aku  rela membayar satu detik itu dengan semua yang aku punya

Aku sedikit terlambat bangun dari kenyataan
Senja sudah muncul diufuk barat
Watunya pulang
Menikmati kembali secangkir kopi yang sudah kutuang sejak pagi

Tuesday, June 19, 2012

C.A.M.E.N


Bersama mereka gue telah melewati banyak hal.. merasakan manisnya es buah Cijantung, Asinnya laut selat Sunda, Dinginnya Gunung Bandung, ngebulnya debu Jakarta, Hingar bingar konser gratisan, eksotisnya alay-alay Ciledug, Hutang-piutang yang gak pernah selesai, dan hal tak penting yang sulit dijelaskan kepentingannya : Cimol.
Mari gue kenalkan kepada kalian.. siapa orang-orang yang lagi gue bicarain ..