Monday, December 23, 2013

Diantara Banyak Kehilangan




Dinamika kehidupan membuat hal ini menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus diterima dengan hati yang lapang. Atau mungkin lebih tepatnya, dilapang-lapangkan.

Ketika datang suatu waktu dimana satu-persatu yang pernah datang kemudian  pergi. Sayangnya tidak semua pergi dengan alasan yang bisa diterima, oleh akal kita tentunya. 

Mengapa mereka pergi ?

Mereka pergi dengan 3 hal : keadaan, keinginan dan waktu. Pengharapan yang masih sewajarnya pun masih menimbulkan rasa kecewa, saat.. lagi lagi, kita dihadapkan dengan perpisahan.

Diantara banyak kehilangan, yang harus saya syukuri adalah mereka yang datang dan ‘masih’ ada. Meskipun suatu saat, kembali..  dan entah dengan cara yang seperti apa, mereka juga akan pergi.

Thursday, December 19, 2013

A GOD's MASTERPIECE.



Saya, kita semua tau bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Tapi diantara banyak ketidaksempurnaan yang saya temui, saya menemukan banyak keajaiban yang Tuhan anugerahkan kedalam hidup saya.

Dia salah satunya.

Mungkin dia adalah sosok perempuan yang paling saya kagumi setelah perempuan luar biasa yang melahirkan dan membesarkan saya hingga saat ini.  
She’s one of my role models.

 
Shortly...
I met her about 1 and a half year ago, incidentally. 


But in spite of thinking that it’s coincidence, I think it’s a faith. 


How lucky I am, I met someone who can be my boss, my leader, my senior, my mother, my life mentor, even my close friend. 

She’s amazing in her way.

Saya belajar banyak dari perempuan satu ini, mendengar dan menyaksikan sebagian kisah hidupnya membuat saya memahami bahwa manusia – seperti apapun bentuknya - tidak akan pernah luput dari cobaan, bahwa setiap manusia akan selalu diberikan ‘hiu kecil kehidupan’ agar tetap tough. Bahwa sebenarnya banyak pahlawan-pahlawan kehidupan yang seringkali ‘tidak terlihat’... dan betapa semua itu membuat saya semakin bangga dilahirkan menjadi perempuan.

Lagi, tidak ada yang sempurna, begitupun dengannya.

But I’m so thankful I found her.

Dia adalah salah mahakarya nyata Tuhan yang tidak terbantahkan.


Selamat hari Ibu ya, bu :)

Keep shining and stay wise.

Thanks for always supporting me in many things.


Sincerely yours,
Aya :)

Monday, August 5, 2013

Trash Bin




Pernahkah kalian merasakan jadi ‘tempat sampah’ ?. Gue hampir setiap hari. Menampung unek-unek dari perasaan makhluk yang (katanya) memiliki logika, bernama manusia. Gue mendapatkan marah, senang, sedih, hopeless.. many kind of feelings yang kebanyakan sih bukan ditujukan untuk diri gue.. ya tapi itu tadi, gue hanya ‘tempat sampah’, tugas gue adalah menampung.

Gue nggak tau profesi gue ini dipatenkan sejak kapan, dan bagaimana asal-usulnya juga gue nggak tau persis, tapi yang gue inget.. sejak gue kenal yang namanya cinta, gue kerap dijadiin tempat curhat orang, bahkan sampe hal-hal yang rahasia banget sekalipun. Kehidupan gue yang kebanyakan diluar dan ketemu banyak orang adalah salah satu indikasinya, hampir kemanapun gue pergi, gue selalu ketemu orang baru, dan karena gue paling nggak betah kalo ada gap sama orang asing, like an awkward moment gitu, sebisa mungkin gue selalu nyoba buat buka obrolan, mulai dari ngomongin cuaca, musim apa sekarang, demo di Jakarta, tebak-tebakan warna celana dalem supir angkot, pokoknya apaaa aja. Bukan basa-basi sih, tapi ya itu.. gue nggak suka awkward moment yang diem-dieman gitu.. dan rata-rata dari mereka.. bisa langsung curhat tentang kehidupan pribadi mereka setelah setengah jam ngobrol sama gue, sumpah nggak bohong. Maaf-maaf nih.. gue nggak main hipnotis kok, kadang gu mikir.. apa tampang gue beneran kayak tempat sampah ya ? sampe-sampe orang yang gue temuin langsung pengen curhat dan ‘muntah’ gitu ? hahaha..

mmmm  Apa ya.. seneng sih jadi orang yang bisa dipercaya bayak orang, biarpun mungkin gue Cuma bisa jadi pendengar, karena dari yang udah-udah.. saran dari gue cuma bikin orang pengen bunuh diri. Hahaha.. hal ini sempet mempengaruhi pikiran gue untuk ngambil kuliah jurusan psikologi, ah tapi karena labil.. ya jadilah gue ini calon guru bahasa inggris begundal.. X)

Oke balik lagi, menurut gue persentase enak sama enggak enaknya jadi ‘tempat sampah’ itu 50 : 50. Enaknya, lo punya banyak temen deket, bisa belajar psikologi macem-macem orang, bisa berpikir lebih objektif, bisa lebih bijak seandainya someday lo ngalamin masalah yang sama. Enggak enaknya, ketika 2 orang (atau bahkan lebih) yang curhat sama lo itu adalah orang yang berkaitan satu sama lain. kayak yang gue rasain sekarang.. gue dengerin unek-unek beberapa orang yang saling berkaitan, dan Crap !! gue terjebak di situasi yang.. confusing. Enggak mau ikut campur tapi elo tau, enggak mau tau tapi lo udah terlanjur tau semuanya. Tetap harus objektif tapi enggak bisa. Errrrr.

Monday, July 22, 2013

Seven Magical Hours.

9 hari yang lalu.. jam segini

Banyak hal yang terjadi diluar sana, tapi, tidak semua moment sempat terceritakan...

13 Juni 2013, hari yang, let’s say, kita tunggu-tunggu. Sabtu sore itu, @filosovia_group dari beberapa kota berkumpul di Rumah Bimbel Senen. Bukan untuk ikut bimbel, tapi kita mau bukber sama anak-anak jalanan !! Gathering Nasional !!

Ditemani sendal jepit swallow dan rambut lepek karena kehujanan sampai kawasan kramat jati, gue dateng agak.. telat, hehe


Ada perasaan yang.. what is it.. mmmm takjub ketika gue memasuki area RBS, iya.. didalam situ anak-anak udah berkumpul, and hey ! my great friends over there ! kakak-kakak filos lagi sibuk nge-games sama adik-adik dari RBS, ada filos dari Jogja, Semarang, Cirebon, Purwakarta, Bogor.. hihi lucu juga ya.. biasa liat mereka ribut, ketawa-ketiwi, sekarang lagi rame bimbing adik-adiknya sambil nungguin buka puasa.


Nah, sambil nunggu buka.. kita kasih beberapa games untuk adik-adiknya, ada lomba puzzle, pembacaan puisi, tanya jawab.. dll, buat yang menang ada hadiah bengbeng, balon & lilin.

It’s so crowded !
aduh.. ada yang nangis rebutan lilin, ada yang rusuh sendiri, ada yang ketakutan liat Jamu. wkwk oke itu bohong.

Pukul 6 kurang 20 menit.

Seakan lupa kalo bibir udah kering, kakak-kakak filos masih semangat main sama adik-adiknya. Ada yang udah laper, ada yang gendong-gendongan (khusus scene ini, Pika yang main. Doi gendong-gendongan sama salah satu anak RBS). Absurd kalo lo tau Pika itu VOKALIS yang tiap manggung biasa Screaming ! sekarang doi gendong-gendong anak kecil). aww, so Sweet Pik ! XD

Ternyata bukan wacana, benar.. ada kehangatan didalam sini ketika mereka (adik-adik) itu tertawa. Mereka bahkan nggak sekolah, nggak punya baju bagus, belum tentu bisa makan layak tiap hari. Tapi mereka masih bisa senyum. Saat mereka tersenyum, Ingin rasanya gue membingkainya dalam gambar, kemudian gue bawa pulang. Supaya gue inget, kesusahan gue nggak ada apa-apanya ;).


Yak, maghrib tiba. Alhamdulillah..

Satu persatu mereka membuka nasi kotak. Nggak nyampe setengah jam.. pasukan kecil itu udah mulai berkurang jumlahnya, setelah gue amati.. ternyata sebagian dari mereka ada yang membawa pulang nasi kotaknya, ada yang makan separuh.. lalu sisanya dibawa pulang.. dan yang paling bikin gue terharu adalah, ketika bawain sisa makanan salah satu adik disana.. ternyata dia udah ditungguin ibunya diluar. Mungkin, sisa nasi kotalnya itu untuk dibagi lagi dengan anggota keluarganya yang lain.

Apa yang kita lakuin ketika punya makanan sisa ?

Dibuang, kan ?

Sumpah, pengen nangis :( 


Singkat cerita, setelah semua adik-adik itu pulang. Kita adain operasi semut, iya bersih-bersih. Setelah itu kumpul sebentar bareng kakak-kakak dari RBS sendiri, Kak Prita, Ocen, dkk.

Ocen, kak Prita dkk.. I’m very proud of guys. Ditengah kesibukan sehhari-hari, mereka masih bisa meluangkan waktu buat ngajarin adik-adik RBS. Dan gue rasa nggak berlebihan kalo gue bilang.. Keren itu, mereka :)

Ada juga sesi penyerahan beberapa peralatan tulis yang mungkin bisa sedikit membantu adik-adik RBS. Maaf ya teman-teman, belum banyak yang bisa kita bantu ;)


Dalam waktu kurang dari setengah jam, 80 Kotak nasi habis ! wohoo.. laris manisss..
Meskipun  ada beberapa yang nggak kebagian nasi kotak. Tapi kakak-kakak Filos nggak ngeluh, super banget !

Jadi, setelah selesai acara bukbernya.. @filosovia_group ini sebelumnya punya rencana ngumpul di lapangan banteng, tapi gagal. Gerimis diluar sana sepertinya belum mau berhenti, don’t know where to go.. finally kita sepakat untuk kumpul di RBS aja. Silaturahmi dan kangen-kangenan.

Ada yang kangen gue ? Ada KANN ?

Jam 7 lebih sedikit, ada info kalo teh Pops udah kelar syuting dan mau nyusul ke RBS. What ? iyaaa.. nyusul !! *dancing*

Nggak berselang lama.. the one itu dateng. Dengan jaket abu-hitam dan rambut semi blonde, dengan aura yang masih sama. *ecie*

“Teteh !!” meskipun udah lumayan sering ketemu, tetep aja.. rasa senang itu masih sama.



Teteh bagi-bagi bunga mawar Merah-putih buat kita. Sweet ;)

Oiya.. tepat tanggal 13 Juli itu, tepat ulang tahunnya Rani ke-18. Ada surprise dadakan dari anak-anak Filos, Wulan beliin kue tart cokelat buat Rani. Oh, lilinnya nggak ada pemirsa. Nggak seru kan ya masa ada kue gak ada moment tiup lilin. Aha !! gue liat itu disebelah meja makan ada lilin, tapi lilin untuk berdoa (FYI, yang punya rumah ini orang Tionghoa). Oke, itu bukan ide bagus, Ay -_-

Yaudahlah yaa, pakai korek aja :D

Abis itu, kita ada acara potong tumpeng.. jadi ceritanya mau selametan Filos, biar rukun dan nggak gampang kesurupan.. lah ? opo kui..

Ba’da isya itu penuh tawa, tentang kisah cinta Ryan & Rani yang –cuma mereka dan Tuhan yang tau apa yang sebenarnya terjadi-, tentang rumah Pacman yang diinvasi cewek-cewek Jogja, tentang cabe diatas tumpeng yang bentuknya mengenaskan, dan tentang Mak Nong yang ternyata, selama ini doi pake kacamata yang nggak ada kacanya.

Call it absurd, but I love them :)


Hujan mulai mereda, agak nggak enak juga kumpul di tempat ini sampe malem, mengingat RBS ini adalah separuh garasi dan ruangan rumah orang yang disewa untuk belajar anak-anak jalanan. Oke, capcuss guys !

Here we go.. yak, Taman Menteng. Kyaaa Nostalgia ini mah judulnya.. taman itu tuh tempat pertama kalinya gathering @filosovia_group 2 tahun yang lalu lho, 2 hari setelah ultahnta teteh yang ke 27. :’)

Sebagian anak cewek ikut di mobilnya teteh, dan sebagian lagi ikut mobilnya Fadhur. Gue ? here I am !! menyusuri jalan menuju Menteng pake motor. Gue dibonceng Dwi, Pika sama Ryan, Jamu sama Wildan.

Mak Nong ?

Itu lagi ketawa-ketiwi sama duduy di Vespanya -___-

Hahaha.

Sekitar 15 menit kemudian, sampailah kita di Taman Menteng, taman bersejarah buat anak-anak filos. Sabtu malam kita tetap hangat meskipun gerimis dari sore masih belum nunjukin tanda-tanda untuk berhenti. Dan disinilah kita, duduk di lantai sevel menteng. Iya, karena sevel penuh sama orang-orang yang malem mingguan, atau cuma sekedar neduh tanpa jajan apa-apa (sumpah itu kita banget), kita duduk aja gitu dilantai, deket toilet pula. Aah.. tapi gak peduli itu mau dimana aja, asal sama teh pops.. ahihi..

Setelah nyaris diusir sama abang-abang sepel, kita keluar lagi tuh.. perut laper dari pas buka puasa belum diisi nasi, huhuhu.. akhirnya kita melipir ke seberang jalan buat makan nasi goreng, lagi-lagi ditraktir teteh, aduh jadi enak ditraktir mulu -__-  jangan sering-sering ya teh :)

Ada yang nyusul ternyata, yap.. B-genx and the genk (btw cuco nih buat dijadiin judul FTV) dateng, sesaat kemudian abang nasi goreng bawain pesenan kita.. Alhamdulillah surgaaa.. bodo deh itu nasi goreng udah campur air hujan atau terkontaminasi ketek si abangnya. Gue Cuma mau makan. Titik.

Dengan suasana gerimis-gerimis romantis, dengan tempat duduk melipir-melipir ke tembok biar nggak keujanan, dengan –sekali lagi- Nasi goreng campuran macem-macem, dan dengan Teh pops, Sabtu malem itu beneran hidup..

Gerimisnya hangat.



**

Udah nggak tau deh ini jam berapa, tapi yang jelas selesai makan, kita kembali lagi ke parkiran tamen, bukan untuk jaga parkir.. tapi untuk nongkrong. Yoi anak Menteng, hohoho


Ide-ide aneh dari teteh bikin acara kumpul makin seru, mulai dari anak-anak ceweknya disuruh pake cutex, teteh pengen berubah jadi ‘perempuan’ lah, teteh ngajakin nginep sampe pagi. Eh tunggu tunggu.. yang terakhir itu, BENERAN cuy :D

Jadi ceritanya, teteh pengen bikin acara sampe pagi, entah itu sharing sampe sahur atau tidur bareng (please banget buat anak-anak cowok yang baca, jangan sampe otak kalian gue defrag !). Nah kebetulan rumah sodaranya Rina sepi, cuma ada kakaknya aja. Ga pake lama, jam 00.00 kita bertolak ke bilangan Ciledug (caile bertolak.. Angiiin kali :p). Karena itu masih gerimis dan khawatir makin kisut, gue memutuskan untuk nebeng di mobilnya Fadhur, sebagian lagi naik motor.

Jam 1 kurang beberapa menit waktu bagian Ciledug.

Alhamdulillah nemu colokan, iya colokan buat ngecharge, baru ngeh HP mati dari tadi sore. Hehe

Okay friends, time to sleep. Malem minggu historical tidur ditemenin teh Pops \(^o^)/
Sumpah. Ngantuk. Parah.

Kedudukan sementara sebelum mata gue merem : B-genx and the gank balik, Gank Jogja tidur di kamar, teh ning udah mimpi  nyampe Banten, teteh, nosen, lia, noe tidur di ruang tengah. Gue sama Ade di kasur. Sisanya gue nggak tau, nongkrong di ruang depan apa di sumur.

Mata susah banget dibuka ketika gue denger suara krasak-krusuk di kamar, sekali lagi tolong ya tolonggg  jangan ngeres.

Ooh.. ternyata teteh mau balik toh..
HAH ? BALIK ?

Gue ngucek-ngucek mata, jam 2 lewat 5. Aaaakk teteh mau kemana.. huhuhu

Ternyata teteh di telp mama disuruh pulang, gak boleh deket-deket si Pacman takut ketularan ayan. Hahaha

Yah, teteh :(

Yaudah yaudah.. bisa ketemu lagi lain waktu. Teteh balik dan after that sayangnya kita nggak bisa ngelanjutin tidur lagi.. udah ilang selera tidur kita (emang ada gitu ?) hehehe engga deng, akhirnya kita ngobrol ngalor-ngidul aja sampe-sampe nggak berasa udah jam 3.30, oke Sahur. Nggak mau yang ribet-ribet, anak-anak mutusin buat beli pecel lele. Ryan sama Duduy jalan ke warung Pecel seberang.

Lanjut ngobrol lagi sampe jam 4.20, dan lele masih belum dateng.

LELE BELUM DATENG. IMSAK 10 MENIT LAGI.

Good ! sesaat kemudian datanglah Ryan dan Duduy bermahkotakan kepala lele. Eh maksudnya bawa lele. Ini sahur 10 menit doang nggak beneran kan ? Engga KAANN ??

Yak, ini judulnya Sahur on The Road Sahur In a Rush.

Kebut cing !!

Kalo aja ini lomba perayaan 17 Agustus, dan ada lomba makan Lele cepet. Dijamin, anak-anak filos pasti menang.

Wogh.. Finally abis, imsakkkkk.. toilet antri. Duduy sama Pacman masih nglepus aja di pojokan -__-

Selesai sholat Subuh, mata udah nggak kuat.

Pas mau tidur, gantian teh Ning yang bangun.. dan Kiki dengan absurdnya nyapa doi.. ‘Ehhh.. Ninglum udah bangun.. udah cegell..’ gitu aja terus berulang-ulang.

Apakah ada yang salah dengan Lele yang dimakan Kiki ??

Kitapun tumbang satu persatu.

***

Jam 10 pagi menjelang siang. Kita bergegas menuju rumah Pacman, sebelum pulang.. anak-anak Jogjes mau jalan-jalan dulu ke Kota Tua. Menghabiskan waktu sampe sore. Karena kereta mereka jam 10, kita kongkow-kongkow dulu lah ya di Kotu. Nia, Rina, gue dan Pika asik sepedaan, yang lain asik foto-foto.


Sekarang, kemana lagi Mak Nong ??
Oh God, ternyata dia diseberang sana lagi foto-foto sama Ondel-ondel. Loh ? Mak Nong yang mana ini ??



Setelah buka bersama di kawasan Gajah Mada, kita nganter genk Jogja +Wildan ke Stasiun Senen. Jam 7 kita udah nyampe terminal, nemenin mereka nunggu waktu. Tapi sayang jam 9 gue udah harus balik karena khawatir kemaleman nyampe Cibubur.

Dulu, mungkin gue kenal mereka karena punya kesamaan, yaitu suka sama orang yang sama. tapi sekarang, ini udah jadi bagian dari keluarga gue.

Kebersamaan itu.. hangat :)

Lalu.. apa ya yang ada dipikiran kita, saat harus ribut nggak jelas padahal kenyataannya damai itu menyenangkan.. ?


*Thanks a lot buat panitia Gathering n Bukber buat kontribusinya, yang biarpun mungkin bagi sebagian orang acara kita belum seberapa, tapi cukup menguras waktu, tenaga, dan pikiran. You're great guys. we are great. Terima kasih buat semua teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi dalam membantu kelancaran acara ini. Barakallah.. God Bless you all. Terima kasih juga buat Ocen, keluarga besar RBS, buat kesempatan yang bikin kita ngerasa jauh lebih beruntung, dan bersyukur.

dan buat teh Pops.. Many thanks for the chance to spent seven magical hours with the person we're madly in love with.
That's you :)

see you guys on another story :)










Sunday, April 7, 2013

Kehangatan di April Sore, sebuah catatan kecil dari Panti asuhan bernama 'Sayap Ibu'


Aku tak tahu kenapa kami dilahirkan ke dunia
Padahal mereka tak ingin
Aku tak mengerti  kenapa Tuhan membiarkan kami hidup
Sedangkan mereka enggan
Aku tak paham kenapa anak kecil itu memiliki Mama dan Papa sendiri
Sedangkan kami tidak ?                                    

                 
Apa rasanya jika kehadiranmu di dunia ini tidak begitu dinginkan ? bahkan oleh orang tua.. yang menjadi perantara penciptaanmu.. ?

.. dan apa rasanya jika kamu lahir tanpa sebuah pilihan.. ?

Namaku Sukma. Umurku baru menginjak usia 6 tahun. Aku adalah bagian dari mereka. Teman-teman bernasib mirip yang tinggal di suatu naungan bernama Yayasan Sayap Ibu. Aku tak mengerti betul siapa yang mendirikan yayasan ini pertama kali, saat ini aku tak terlalu peduli. Tapi mungkin jika aku besar nanti, aku akan sangat berterima kasih kepada mereka.

                  Aku hanyalah gadis kecil berbadan kurus, aku tidak pendiam, malah mungkin aku cenderung galak. Aku yang tergalak diantara teman-temanku, entahlah.. aku hanya ingin menjadi gadis yang kuat, yang tidak dtindas oleh teman-teman lain.

                  Hari-hariku di panti ini cukup menyenangkan, aku memiliki banyak teman.. sekaligus keluarga, juga para pengasuh kami yang baik dan sangat sabar. Panti kami terdiri dari 2 lantai, dindingnya berwarna putih biru. penghuni  panti ini banyak.. sekitar 25 orang sepertinya. Di bagian tengah panti tempat kami tinggal, terdapat taman bermain yang cukup luas, ada ayunan, lorong berliku.. dan besi putar warna-warni. Sepulang sekolah, aku banyak menghabiskan waktu disana.. aku senang bermain dengan teman-temanku.

                  Mari kukenalkan kalian dengan beberapa teman dekatku.. mereka ada Ferdy, Jasmin, Heni, dan Jose. Ferdy berusia 1 tahun, ia lahir dengan cacat mata, aku tak tahu apa namanya.. tapi kata mama (perawat kami), Ferdy harus memakai kacamata super tebal agar matanya tidak goyang, agar matanya tetap fokus. Mengerikan ya.. ? hmm.. aku merasa beruntung dilahirkan dengan mata yang normal. Yang kedua adalah Jasmin, ia adalah anak periang yang tidak banyak tingkah, yang ketga adalah Heni, ia adalah anak perempuan berambut pendek yang sedikit jutek, begitu kata mereka – orang-orang yang pernah menyapa Heni. Sedangkan Jose, adalah anak laki-laki dengan sedikit keterbelakangan mental. Ia sering tidak mendengarkan apa yang aku katakan.. ia seperti memiliki dunianya sendiri. Aku merasa Jose berbeda denganku. Tapi, biarpun mereka sering rewel dan membuatku  pusing, bersama mereka.. aku merasa senang.. J

                  Hampir setiap hari, panti kami tidak pernah sepi pengunjung, apalagi di hari Sabtu dan Minggu. Ada saja orang yang berkunjung ke tempat kami. Ada yang mengendarai mobil.. atau membawa motor. Saat mereka datang, kami berhamburan keluar dari kamar.. kata Mama, mereka ingin bermain dengan aku, dengan teman-temanku. Aku senang sekali, karena biasanya mereka yang datang berkunjung selalu membawa sesuatu untuk kami, entah itu susu, agar-agar, permen, pokoknya enak-enak.

Tapi…


Sering aku merasa, diriku dan teman-temanku berbeda..
Tidak sedikit orang-orang tua yang datang. Kadang hanya laki-laki dan perempuan. Tapi tak jarang mereka membawa anak kecil.

Anak itu.. ada yang seumuran denganku, ada yang seumuran dengan teman-temanku yang lain.Nah, dikursi itu ada seorang anak perempuan. Anak perempuan itu cantik, rambutnya panjang dikepang dua, aku suka rambutnya.. aku hanya punya rambut yang pendek dan tidak sehitam rambutnya. Anak perempuan itu datang bersama 2 orang yang mereka panggil ‘Mama’ dan ‘Papa’, mereka terlihat dekat sekali. Apakah ‘mama’ itu sebutan untuk perempuan yang selalu mengurusi kita ya?, aku juga punya Mama, ia selalu ada setiap hari.. ia yang memandikan kami, mencuci baju-baju kami.. mengurusi semua hal tentang kami..

Tapi..


Mamaku milik ramai-ramai, tidak seperti anak perempuan itu. Dia hanya sendirian.. Mama hanya milik dia sendiri..

Dan Papa, aku juga punya Papa.. tapi lagi, ia bukan Papa milikku sendiri.. ia juga Papa teman-temanku..


Kenapa aku tidak punya Mama dan Papa sendiri ? kenapa aku tidak punya Mama dan Papa yang hanya milikku saja ? tidak beramai-ramai..
Sore tadi Panti kami juga kedatangan tamu, kakak-kakak perempuan dan laki-laki, mereka datang membawa kardus-kardus yang tak kutahu isinya, lalu seperti biasa, mama memanggil kami dan mengajak kami bermain bersama kakak-kakak itu. Mereka memberi kami masing-masing sekotak susu mimi, begitu yang aku baca. Kami bermain di dekat ayunan di halaman tengah. Aku senang dengan ramai, sepertinya mereka juga senang berman dengan kami. Buktinya kami selalu diminta untuk berpose di depan kamera, hampir apapun yang kami lakukan selalu dipotret.

Aku bermain dengan kakak berkacamata, namanya kak Aya.. aku suka dengan alat yang dipegangnya, katanya itu bernama HP. Aku ambil hp itu saat ia sedang memencet-mencet tombolnya. Aku memakakannya dileherku, aku mengayunkannya kesana-kemari. Asik sekali. Tapi kemudian Kak Aya memintanya, dengan alasan ingin menelepon mamanya dirumah, tapi sepertinya ia berbohong, aku tunggu.. tak ada yang ia telepon.

Teman-temanku juga bermain dengan teman-temannya kak Aya, Jose bermain dengan kakak berkemeja putih.. sedangkan Kakak yang gemuk serta kakak yang selalu mengusap-usap benda aneh itu, bermain dengan Ferdy dan yang lain..

Setelah cukup lama bermain.. mereka berpamitan kepada kami. Aku mengantar mereka sampai ke pintu depan.. aku lihat kakak-kakak itu membawa sepeda motor, aku ingin sekali naik motor.. lalu aku memohon kepada kak Aya untuk memboncengku sebentar saja, berkeliling halaman depan Panti. Aku berpegangan erat ke besi dibelakangku.. rasanya senang sekali. ^^
Aku ingin bisa berjalan-jalan ke luar panti.. naik motor atau mobil dengan orang-orang yang sering menjenguk kami.. atau jalan kaki saja. Tidak apa-apa, aku hanya ingin jalan-jalan. Aku bercita-cita jika aku besar nanti.. aku ingin seperti mereka.. naik motor.. naik mobil, lalu tertawa bersama teman-teman.. duniaku pasti akan sangat indah \[^-^]/


Panti Asuhan Sayap Ibu, 7 April ‘13
Filosovia with <3 o:p="">