Thursday, March 28, 2013

Monday, March 25, 2013

*take a deep breath*


*take a deep breath*

Dear God, give me a minute please.. Not for ask, but just to say thank you for everything you gave to me..
‘Tuhan.. Kali ini aku takkan meminta.. bukan enggan, hanya membiarkan jeda singkat di sisa waktu yang mungkin telah kulewati separuhnya.
Tuhan, aku tak mau ketika mengingatmu nanti setelah langkah kakiku mulai merapuh. Ketika sayapku tak mampu lagi membantu raga kecil ini untuk terbang. Atau..  aku tak mau mulai mengingatmu nanti,   setelah dunia kurasa sudah menjadi tempat yang tak nyaman lagi untuk disinggahi’

Menarik Garis.

Ya, aku melakukannya.. saat ini aku tengah menarik garis hidupku. Menarik garis ke belakang, ternyata sudah cukup jauh langkah yang kuambil. Banyak skenario yang sudah aku perankan.. even there are many untold story.. untuk yang ini, bukan aku mau menyembunyikannya Tuhan.. aku hanya ingin menceritakan beberapa potongan cerita ini nanti.. mungkin diatas podium, meja kerja, atau mungkin di tepi danau hijau yang dikelilingi rimbun pepohonan.

Hari ini.. beberapa tahun lalu.. aku sedang begini..

Hari in.. beberapa tahun lagi.. aku akan begini..

Sampai pada detik saya menulis ini.. ratusan rekaman-rekaman film berputar secara otomatis didalam tempurung kepala saya. Banyak hal absurd yang terjadi diluar kendali, kejutan-kejutan hidup, pil pahit yang kadang harus saya telan bersamaan dengan kewajiban-kewajiban yang harus saya penuhi, berhadapan dengan sesuatu yang kerap bertentangan dengan idealisme. That’s such a great life.. in true meaning, exactly. Disini, ada garis-garis abstrak diatas horizon yang saya beri nama ‘mimpi’.. saya selalu menggantungkan kertas tinggi-tinggi disana, semuanya berisikan harapan.. honestly, karena saya tidak memiliki apapun yang patut dibanggakan selain semangat.

Ditengah segala ketidakpastian hidup, saya ingin tak hanya menempatkan Tuhan sebagai tempat untuk menumpu telapak tangan dikala jatuh. Seperti halnya rumah yang kita jadikan tempat untuk pulang, saya juga ingin menjadikan-Nya sebagai ‘rumah’. Karena setiap perjalanan, kemanapun kita berkelana. Hanya akan kembali pada satu kata, pulang.


Exhausted !


Diem, kali ini gue mau ngeluh. Sedikit. Sedikiiiit aja.

Buat gue, Berharap sama kecewa itu berbanding lurus. seneng. Ngarep. Kecewa. Ngarep lagi. Kecewa lagi.

Pernah telintas di kepala gue untuk ‘gak usah ngarep sama apapun kali ya biar gak kecewa’. Kadang capek, naik. Jatuh. Naik lagi. jatuh lagi. terus dan terus berulang-ulang. Dan Kadang bukan cuma capek, gue juga sering ngerasa dipermainkan, dipermainkan sama masalah. Harusnya yang bener itu kita yang ngemdaliin masalah, tapi nggak jarang.. yourself is under  your control.. then you lost, upset.

When you try your best and you don’t succeed. Itu ngerasa payaah banget !!

Berfikir, berfikir.. berfikir..
Pada akhirnya, lo emang akan selalu dihadapkan pada masalah. Dan yang sering lo lupa, masalah ga dateng sendiri. Dia satu paket sama yang namanya ‘solusi’. Cuman emang rada susah nemuin si solusi ini. Gue.. sebagai perwakilan anak muda labil sedunia, ngga bisa juga ngehindarin apa yang bakal gue hadepin. Yang gue minta sama Dia, Cuma dada yang lapang. Lapang buat ngadepin apapun. Lapang selapang jidat gue.  Iya, karena memang pada dasarnya, hidup adalah sekolah mental. Lo gak bakal pernah lulus kalo gak try out dulu :D

Aku ingin.


Aku ingin menenggelamkan wajahmu di atas kertas, di belakang cermin, di bawah tumpukan buku usang, gang sempit, di mana saja. Aku ingin memeluk, hanyut dalam lonjakan kerinduan tak tertahankan, kerinduan yang menumpuk di belakang rumah.

Aku ingin teduh bersama  riak air, bersama kesepian, dengan orang-orang, dengan jutaan mimpi berkilau terbang menghiasi padang rumput, rumput, sungai, menghiasi dunia. Aku ingin lari, lari ke hutan, pegunungan, langit, dan berjalan hingga lelah.

Aku sering membuat berbagai skenario di kepalaku, meletakkannya di berbagai imajinasi bergaris. Aku sang sutradara, pemain, penerjemah, dan kritikus di dunia yang aku buat sendiri. Aku sering membuat kamu sebagai karakter utama, kita berlayar dengan kapal sampai akhir Kepulauan Seribu. Hanya laut, nyata dan Kita. Tapi setiap kali aku bangun, mimpi itu hancur, hancur hingga ke sendi - sendi nya. Aku tidak tahu apa yang membuat kamu begitu sulit untuk melupakan, kadang-kadang saya kehabisan alasan untuk tidak menulis tentang kamu hingga tintaku kering, hingga habis kosakata ku, sampai ratusan halaman dari sebuah buku tidak lagi cukup untuk menulis namamu. Dan bagian paling menyakitkan adalah ketika aku sadar kamu tidak lagi di tempat yang sama.

            I know it's going to happens .. but why does my heart hurt?


Thursday, March 21, 2013

Dear everything...

Dear blank page,

Do you still love me like before? Should I write some funny, sad, happy or awkward things to you? Or is it your chance to share something with me?

Dear mind,

I know you're tired. Really tired.

Dear people,

I need you whatever you are. whoever you are.

Dear universe,

Sometimes you made ​​a lil 'smile, laugh, and much cries, I sometimes feels that you are unfair, yet sometimes you seems really a beautiful unity on my whole life. But there's a thing you should've to remember, no matter how hard you push me, give me a lot of pressures, and even you often breaks all my dreams. I'll never give up. There's still a biggest thing Exist. God.

Dear God,

I know you always with me. I always used to believe it. 

Dear Dreams,

Be patient guys, I'll reach you soon. :)