Sunday, April 7, 2013

Kehangatan di April Sore, sebuah catatan kecil dari Panti asuhan bernama 'Sayap Ibu'


Aku tak tahu kenapa kami dilahirkan ke dunia
Padahal mereka tak ingin
Aku tak mengerti  kenapa Tuhan membiarkan kami hidup
Sedangkan mereka enggan
Aku tak paham kenapa anak kecil itu memiliki Mama dan Papa sendiri
Sedangkan kami tidak ?                                    

                 
Apa rasanya jika kehadiranmu di dunia ini tidak begitu dinginkan ? bahkan oleh orang tua.. yang menjadi perantara penciptaanmu.. ?

.. dan apa rasanya jika kamu lahir tanpa sebuah pilihan.. ?

Namaku Sukma. Umurku baru menginjak usia 6 tahun. Aku adalah bagian dari mereka. Teman-teman bernasib mirip yang tinggal di suatu naungan bernama Yayasan Sayap Ibu. Aku tak mengerti betul siapa yang mendirikan yayasan ini pertama kali, saat ini aku tak terlalu peduli. Tapi mungkin jika aku besar nanti, aku akan sangat berterima kasih kepada mereka.

                  Aku hanyalah gadis kecil berbadan kurus, aku tidak pendiam, malah mungkin aku cenderung galak. Aku yang tergalak diantara teman-temanku, entahlah.. aku hanya ingin menjadi gadis yang kuat, yang tidak dtindas oleh teman-teman lain.

                  Hari-hariku di panti ini cukup menyenangkan, aku memiliki banyak teman.. sekaligus keluarga, juga para pengasuh kami yang baik dan sangat sabar. Panti kami terdiri dari 2 lantai, dindingnya berwarna putih biru. penghuni  panti ini banyak.. sekitar 25 orang sepertinya. Di bagian tengah panti tempat kami tinggal, terdapat taman bermain yang cukup luas, ada ayunan, lorong berliku.. dan besi putar warna-warni. Sepulang sekolah, aku banyak menghabiskan waktu disana.. aku senang bermain dengan teman-temanku.

                  Mari kukenalkan kalian dengan beberapa teman dekatku.. mereka ada Ferdy, Jasmin, Heni, dan Jose. Ferdy berusia 1 tahun, ia lahir dengan cacat mata, aku tak tahu apa namanya.. tapi kata mama (perawat kami), Ferdy harus memakai kacamata super tebal agar matanya tidak goyang, agar matanya tetap fokus. Mengerikan ya.. ? hmm.. aku merasa beruntung dilahirkan dengan mata yang normal. Yang kedua adalah Jasmin, ia adalah anak periang yang tidak banyak tingkah, yang ketga adalah Heni, ia adalah anak perempuan berambut pendek yang sedikit jutek, begitu kata mereka – orang-orang yang pernah menyapa Heni. Sedangkan Jose, adalah anak laki-laki dengan sedikit keterbelakangan mental. Ia sering tidak mendengarkan apa yang aku katakan.. ia seperti memiliki dunianya sendiri. Aku merasa Jose berbeda denganku. Tapi, biarpun mereka sering rewel dan membuatku  pusing, bersama mereka.. aku merasa senang.. J

                  Hampir setiap hari, panti kami tidak pernah sepi pengunjung, apalagi di hari Sabtu dan Minggu. Ada saja orang yang berkunjung ke tempat kami. Ada yang mengendarai mobil.. atau membawa motor. Saat mereka datang, kami berhamburan keluar dari kamar.. kata Mama, mereka ingin bermain dengan aku, dengan teman-temanku. Aku senang sekali, karena biasanya mereka yang datang berkunjung selalu membawa sesuatu untuk kami, entah itu susu, agar-agar, permen, pokoknya enak-enak.

Tapi…


Sering aku merasa, diriku dan teman-temanku berbeda..
Tidak sedikit orang-orang tua yang datang. Kadang hanya laki-laki dan perempuan. Tapi tak jarang mereka membawa anak kecil.

Anak itu.. ada yang seumuran denganku, ada yang seumuran dengan teman-temanku yang lain.Nah, dikursi itu ada seorang anak perempuan. Anak perempuan itu cantik, rambutnya panjang dikepang dua, aku suka rambutnya.. aku hanya punya rambut yang pendek dan tidak sehitam rambutnya. Anak perempuan itu datang bersama 2 orang yang mereka panggil ‘Mama’ dan ‘Papa’, mereka terlihat dekat sekali. Apakah ‘mama’ itu sebutan untuk perempuan yang selalu mengurusi kita ya?, aku juga punya Mama, ia selalu ada setiap hari.. ia yang memandikan kami, mencuci baju-baju kami.. mengurusi semua hal tentang kami..

Tapi..


Mamaku milik ramai-ramai, tidak seperti anak perempuan itu. Dia hanya sendirian.. Mama hanya milik dia sendiri..

Dan Papa, aku juga punya Papa.. tapi lagi, ia bukan Papa milikku sendiri.. ia juga Papa teman-temanku..


Kenapa aku tidak punya Mama dan Papa sendiri ? kenapa aku tidak punya Mama dan Papa yang hanya milikku saja ? tidak beramai-ramai..
Sore tadi Panti kami juga kedatangan tamu, kakak-kakak perempuan dan laki-laki, mereka datang membawa kardus-kardus yang tak kutahu isinya, lalu seperti biasa, mama memanggil kami dan mengajak kami bermain bersama kakak-kakak itu. Mereka memberi kami masing-masing sekotak susu mimi, begitu yang aku baca. Kami bermain di dekat ayunan di halaman tengah. Aku senang dengan ramai, sepertinya mereka juga senang berman dengan kami. Buktinya kami selalu diminta untuk berpose di depan kamera, hampir apapun yang kami lakukan selalu dipotret.

Aku bermain dengan kakak berkacamata, namanya kak Aya.. aku suka dengan alat yang dipegangnya, katanya itu bernama HP. Aku ambil hp itu saat ia sedang memencet-mencet tombolnya. Aku memakakannya dileherku, aku mengayunkannya kesana-kemari. Asik sekali. Tapi kemudian Kak Aya memintanya, dengan alasan ingin menelepon mamanya dirumah, tapi sepertinya ia berbohong, aku tunggu.. tak ada yang ia telepon.

Teman-temanku juga bermain dengan teman-temannya kak Aya, Jose bermain dengan kakak berkemeja putih.. sedangkan Kakak yang gemuk serta kakak yang selalu mengusap-usap benda aneh itu, bermain dengan Ferdy dan yang lain..

Setelah cukup lama bermain.. mereka berpamitan kepada kami. Aku mengantar mereka sampai ke pintu depan.. aku lihat kakak-kakak itu membawa sepeda motor, aku ingin sekali naik motor.. lalu aku memohon kepada kak Aya untuk memboncengku sebentar saja, berkeliling halaman depan Panti. Aku berpegangan erat ke besi dibelakangku.. rasanya senang sekali. ^^
Aku ingin bisa berjalan-jalan ke luar panti.. naik motor atau mobil dengan orang-orang yang sering menjenguk kami.. atau jalan kaki saja. Tidak apa-apa, aku hanya ingin jalan-jalan. Aku bercita-cita jika aku besar nanti.. aku ingin seperti mereka.. naik motor.. naik mobil, lalu tertawa bersama teman-teman.. duniaku pasti akan sangat indah \[^-^]/


Panti Asuhan Sayap Ibu, 7 April ‘13
Filosovia with <3 o:p="">










Thursday, April 4, 2013

Changes

Daun. Hujan, dan Perubahan.

Kamu sedih, jatuh dan tak terima. Saat hal-hal disekelilingmu sudah tak lagi sama. Saat kau rasa mereka berubah dalam tempo yang kurang lambat. Perubahan yang sulit kau cerna.

Kau tanyakan itu kepada daun, mengapa ia berubah ?
Daun hanya melambai-lambai dan melirik malas pada mimikmu yang bodoh.

Kau teriakkan itu kepada hujan, MENGAPA IA BERUBAH ?
Lalu hujan hanya menyentuhmu pelan sambil berkata 'bangunlah, Nak'.


Tuesday, April 2, 2013

Mantapkan langkah !


Aku ucapkan Selamat Pagi meski ku tahu ini sudah hampir larut malam. Demi tetesan-tetesan peluh yang berloncatan dengan gembira di dahiku, yang menetes hari ini.. dan juga hari-hari kemarin. Entah kekuatan apa yang mendorongku hingga tubuhku mampu berlari sejauh ini. Mengejar sesuatu yang, mari katakan itu masih abu-abu. Aku berjalan dengan mimpi, berlari dengan mimpi, walau aku tau mimpi adalah misteri.. terasa mendekat.. namun kenyataannya ia malah menjauh.
Detik disaat aku menulis ini, kedua betisku terasa mengencang sekali, seolah ada bagian yang menarik-narik mereka hingga kurasa sakit untuk melangkah, punggung kecil ini juga seakan berteriak lantang untuk meminta sejenak beristirahat, mata.. yang fungsinya sudah tidak lagi seperti 4 atau 5 tahun yang lalu, seperti minta dipejamkan barang sekejap. Tapi ketika mimpi itu kembali hinggap di benakku, memacu tubuh ini berikut onderdil-onderdilnya untuk terus bergerak.. maka seolah masing-masing dari mereka (tangan, punggung dan mata) berkonspirasi dan bahu-membahu membantuku berdiri tegak, untuk kembali berjalan, dan perlahan namun pasti.. tubuh ini berlari...
Aku berlari.

Mungkin mimpi-mimpi ini masih abu-abu, mungkin kerja keras ini belum menunjukan hasil, dan aku tidak tahu, serta tidak mau tahu ending dari semua ini akan seperti apa...
Aku hanya berbuat apapun yang terbaik yang aku bisa
Memaksimalkan segala usaha dan doa
serta mengikat kencang tali sepatu ini, agar ia kuat berjalan.. agar ia kuat berlari melampaui garis finish. Melampaui satu garis tipis segala harapan :)