Thursday, December 4, 2014

The Final (love) story

Apa yang lo rasain ketika ditinggal ?

Ditinggal mati..

ditinggal kabur..

atau..

Ditinggal nikah ?


Gue kira, masa lalu bisa menguap seiring waktu, dengan bertemu sama dunia baru, orang-orang baru, dan ritme kehidupan yang baru.

Ternyata enggak,

Setelah hampir 5 tahun gue fighting sama kuliah, kerjaan dan mimpi-mimpi lain. Hari ini gue kayak ditarik lagi ke sana. Ke tempat yang udah gue tinggal jauh-jauh dan enggak pernah gue kunjungi lagi. Ke tempat dimana 'memorable moment' adalah kata yang pas buat mewakili tempat itu.

Gue pikir, biarpun kita udah nggak bareng-bareng lagi, someday kita bisa jodoh. who knows ?

Gue pikir, biarpun gue punya seseorang, dia juga udah punya seseorang,tapi perasaan yang kita punya masih sama.

Gue pikir, ini bakal happy ending.

Dan masih banyak 'gue pikir-gue pikir' lain yang pada intinya gue masih memupuk harapan, setipis apapun itu.

Kenyataannya..

He's my almost-only inspiration to write this blog, especially some posts about love. And he will marry a girl in the next two days. And it's not me.



IT'S FINAL. I'M DONE WITH HIM.






Sunday, November 23, 2014

Perspektif: pemahaman ‘bisa jadi’.

Pernah denger kata perspektif ?. Gue rasa hampir semua orang pernah denger kata ini, tapi cuma sedikit orang yang benar-benar paham, apalagi mampu mengaplikasikannya dalam konteks yang lebih kompleks. Well, menurut mbah Wiki (wikipedia.com), perspektif adalah sudut pandang manusia dalam memilih opini, kepercayaan, dan lain-lain. Definisi simpelnya sih gitu, nah dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari, susah gak sih nerima perbedaan perspektif dari tiap-tiap orang ? which is beda kepala aja udah jelas banget beda pemikiran. Se-cocok apapun isi kepala elo sama orang lain. Pasti akan beda, atau ada fase dimana pemikiran dan pendapat lo sedikit beda, bahkan nggak menutup kemungkinan ada saat dimana pendapat dan pemikiran lo justru berbanding terbalik dengan orang tersebut.

Dari pengalaman gue yang mungkin bisa dibilang belum terlalu gape di dalam kaitannya dengan berkomunikasi secara sama orang lain, gue sering nemuin banyak terjadi masalah disini. Dari sebuah definisi simple tentang sudut pandang, banyak terjadi benturan antara satu pespektif dengan perspektif lainnya. Kalo yang gue pernah pelajarin dari teorinya Om Stephen Covey tentang perspektif manusia, gue nemuin beberapa hal yang menarik sekaligus bisa dijadiin pelajaran buat ngeliat segala sesuatu enggak cuma dari perspektif kita sendiri, belajar buat melihat dunia dan segala sesuatunya dengan lebih wide.

Coba deh liat gambar di bawah ini :


Mungin beberapa orang udah pernah liat gambar ini, gue sendiri pertama kali liat gambar ini pas kuliah semester 5, ada satu mata kuliah gitu yang ngebahas tentang psikologi dan cara pandang. Nah dari gambar diatas, yang pertama kali gue tangkap adalah gambar seorang cewek cantik extravaganz yang lagi nengok ke kanan. Sedangkan salah satu temen gue bilang, yang dia tangkap adalah gambar seorang nenek tua yang sedih dan menunduk. Gue kaget, gue kira doi bercanda dong, wong jelas-jelas itu gambar cewek yang masih muda, darimana ceritanya itu berubah jadi nenek-nenek ? hahaha..
Tapi apa yang terjadi kemudian ? Dosen gue menerangkan tentang sebuah sudut pandang, ternyata pendapat gue dan pendapat temen gue bener. Enggak ada yang salah, tergantung gimana sudut pandang kita ngeliat gambar tersebut. Setelah gue perhatiin lagi, emang bener itu bisa jadi gambar nenek tua berhidung besar yang berwajah murung, begitu juga dengan temen gue tadi, setelah dia perhatiin ulang gambarnya, doi juga bisa ngeliat cewek cantik yang gue maksud tadi. 

See the real case ?

Nah, dari situ gue ngerti bahwa selama ukurannya adalah pemikiran seorang manusia, enggak ada yang benar-benar benar, atau benar-benar salah. Mungkin sekarang elo ngotot kalo pendapat lo paling bener karena akan jauh lebih baik dari sisi apapun, bla.. bla.. bla.., iya menurut elo. Nah menurut orang lain yang mungkin punya pandangan yang berbeda dan ngeliat angle yang berbeda dari masalah yang sama, apa mau disalahin ?. Dari sebuah teori sederhana diatas, gue belajar banyak bahwa pendapat atau pemikiran seseorang enggak bisa dijadikan standard dan disamaratakan. Semua itu balik lagi kepada pemahaman ‘bisa jadi’. Bisa jadi pendapat lo bener dari sisi lo, bisa jadi pendapat orang lain bener dari sisi mereka. Kalo memang dari pemahamannya aja begitu, menurut gue manusiawi banget kan kalo banyak perbedaan pendapat sering banget kita temuin dimana-mana, nah ngomongin perbedaan pendapat, mungkin kasus yang masih hangat sekarang adalah kenaikan bbm.

Society’s Expectation :

Bahan bakar tetap terjangkau dengan harga Rp. 6.500,-

Government’s policy :

BBM tetap harus naik karena subsidi harus bisa dialokasikan ke tempat yang lebih tepat
sasaran.

Result :

DEMO DIMANA-MANA..

            Well, kita lagi nggak ngomongin politik, jadi tolong buat para pembaca, buang jauh-jauh stigma Jokowi-Prabowo, Patai dll, karena gue sama sekali nggak minat buat bahas itu disini. Gue cuma lagi coba mengkaji ‘pemahaman sudut pandang’ tersebut. Nah disini sih udah jelas banget ya kalo perspektifnya udah jauh… jauhhhhh.. berbeda. Dari sisi seorang rakyat sipil yang membiayai hidupnya sendiri dengan penghasilan yang Alhamdulillah pas-pasan, pas kalo lagu butuh apa-apa insyaallah ada XD, gue juga sempet kepikiran gimana caranya ngasih minum motor gue yang boros banget itu, secara budget /bulan aja buat transportasi udah lumayan besar. Tapi kemudian gue mikir lagi, dengan berbekal informasi bahwa bbm di Indonesia terbilang paling murah karena disubsidi, gue pikir ini saatnya. Karena mungkin siapapun presidennya, BBM pasti bakal naik. Pasti. Enggak mungkin enggak. Karena menurut gue menaikkan bbm bukan suatu kebijakan, tapi keharusan. Cuma masalah waktu aja. Nah, ada yang bilang pemikiran macam gue ini adalah pemikiran sok kaya, padahal beli tempe aja masih nawar (lol). Urusan itu sih balik lagi ke perspektif, gue sih santai, karena gue paham mungkin orang lain punya cara pandang yang lain juga. Kasus tadi cuma contoh kecil aja di postingan yang pengen gue share disini. Karena gue pribadi sering terjebak sama masalah sepele-tapi-penting macem beginian.

Mungkin dari semua benturan-benturan yang pernah terjadi dikarenakan maslah perspektif, dari semua pemikiran-pemikiran yang enggak ‘ketemu’, dan dari semua kesepakatan yang pernah dipaksakan demi menjaga perasaan ‘nyaman’ dalam sebuah hubungan, gue berharap kita semua bisa lebih jujur sama diri sendiri dan memandang segala hal dari sisi yang lebih kompleks. Bahwa tiap orang punya kacamata-nya sendiri, dan kacamata itu yang pake bukan cuma lo doang. Dan sekali lagi, sudut pandang lo enggak bisa jadi standar kebenaran suatu hal. Enggak akan pernah.

Salam,
Peace, Love and gaul !






Friday, August 15, 2014

Skripsi dan kepentingannya dalam dunia nyata.


                Diluar hujan, gue baru aja balik dari kampus, nyentuh laptop dan.. gue pikir bisa nulis sesuatu yang lebih romantis, ternyata skripsi masih ambil bagian besar dalam isi kepala gue disaat gerimis mengundang *tukang nasi goreng* gini..

                Gimana ? Asik gak judul postingan gue?. By the way, untuk pertama kalinya setelah beberapa minggu (mungkin bulan), pintu hati gue baru terketuk lagi untuk nulis di blog gue yang mungkin sekarang udah penuh sama sarang laba-laba, bahkan mungkin sarang tawon, atau sarang hae. Maaf ya pembaca yang enggak setia, akhir-akhir ini gue lagi sibuk-sibuknya ngurus skripsi (yang menurut gue enggak ada penting-pentingnya itu), ya coba aja bayangin.. apa nanti di kehidupan nyata, penelitian lo yang sedemikian rupa itu bakal lo pake?. Misal nih judul skripsi lo : ‘Pengaruh tingkat kecemasan anak terhadap hasil belajar Matematika siswa SD SukaSuka IV’, oke mungkin bisa dipake untuk keperluan akademis apalah itu, tapi apa nggak ada yang kepikir ya buat bikin penelitian yang lebih applicable ?, misalnya nih ya : ‘Pengaruh tingkat kecemasan mahasiswa terhadap intensitas ke toilet’ atau ‘pengaruh isi dompet terhadap intensitas kemungkinan ngutang ke temen’. Nah, 2 judul tersebut menurut gue akan jauh lebih berguna kalo nanti dibuat penelitian lebih lanjut.

                Ngomong-ngomong soal skripsi dan penelitian, sebenernya nih ya, skripsi gue itu gampang, gue cukup meneliti karakter-karakter di dalam sebuah film, Cuma masalah yang sering banget gue alamin belakangan ini adalah keengganan, mm.. apa ya bahasa yang lebih nyantai, mm mungkin, ketidakinginan untuk mulai mengerjakan (lagi), secara sebenernya gue udah di bab 4. Tapi entahlah, gue juga nggak tau apa penyebabnya gue amat sangat malas buat ngerjain tugas akhir gue ini. Sering gue berpikir, kenapa nulis skripsi nggak semudah nulis blog : Mikir – Tulis – Posting – Kelar. Nah, skripsi : Mikir – Nulis – Mikir – Cari Bahan – Nulis – Nggak nafsu makan – Revisi – Diomelin dospem – kasih makanan ke dospem – dospem jadi baik - skripsi dicoret – coret –  tetep diomelin juga – pulang - begadang – nulis, gitu aja sampe kurus.


                Someday, gue kepikiran buat bikin buku : Skripsi, 7 huruf, jutaan perjuangan. Itu nggak hyperbole ya, buat mahasiswa tingkat akhir (atau yang pernah menjadi) pasti setuju kalo perjuangan buat ngelarin skripsi itu berat banget. Mulai dari begadang, nungguin dosen berjam-jam, di-PHPin dospem, cari duit buat ongkos bimbingan, ganti tinta printer yang abis, laptop jebol dipake begadang tiap hari, mata minus nambah, kelaperan karena duit abis buat beliin makanan dospem, dll.

Terus sekarang.. di detik-detik terakhir gue nulis postingan ini, gue baru ngeh kalo besok hari Sabtu, dan itu artinya, gue harus nyerahin bab 4 ke Dospem. Mati !


Monday, July 21, 2014

Lupa Definisi Kata Bahagia.

Apa kalian pernah merasa tidak bahagia ?

Saya pernah. Saat ini.

Jika hidup terdiri dari mozaik-mozaik warna-warni, saat ini mungkin saya sedang mendapatkan mozaik berwarna biru gelap. Kecewa, marah, lelah. Perasaan-perasaan itu membawa saya pada kepenatan yang luar biasa, hingga mendamparkan saay pada satu titik bernama kejenuhan. 

ENTAH dari bagian mana harus saya mulai cerita tentang ini, satu hal paling pasti yang terjadi saat ini adalah, saya kecewa dengan semua orang.


Saya kerap merasa berada pada dimensi yang berbeda. All the things are going dark, darker.

 If there's a day when I hate everyone. That day must be today.

220714 - 00.50

Tadi ceritanya nongkrong berdua sama ibu boss, niatnya cuma nyari kopi, but then the light conversation goes.. 

there's a very unique way we talk to each other. We're like a bestfriend who don't care about the judgement. We told our own story. She told me many things about her fights, how she made money, and what it means to truly life.

The more I listen to her awesome life-story, the more I can't deny to thankful to Allah and can't stop 'ckckck' or 'Oh God, she's so cool! ' or 'aaak.. Love her so much'!.

You know, it's not the first time we make this kind of conversation, it's been a hundred times. We did it everywhere, in the office, in the car, when we're 'kerokan' (actually I don't know what does it mean in English :p), when we saw the sunset in Senggigi, in the hotel/apartment room when we works in another city, when we're in the kitchen, coffee shop, angkringan, swimming pool, in the middle of Jakarta traffic, when we have to work up all night, even when we're in the different place.

Don't we ever get annoyed to each other? . Of course we did, me, a random person who often do and think many random things, meet a woman as my boss, who is a very well-organized person. It isn't easy sometimes, but then our lil' similarities in many differencies bring us to a beautiful harmony. And our latest conversation was felt very deep, touched, and very.. very interesting.

Sampe ga berasa ternyata udah jam 11 pm, Lawsonnya hampir tutup. And then we went home. And we continued 'our talk' until 11.59 pm.

Oh, how time flies away so fast when you're together with the person you're madly inspired with  :)

Until this note's written, I still can't figure out how life's brought me and then found her, or she found me. Or no one and nothing found each other. As if Allah's invisible hand did it. And the fact is, He really did. 

How lucky I am. Yes, I am :)

Tuesday, February 25, 2014

My Fabulous 22 :)


Rumah Bersalin Panti Rahayu, Bogor
6 Februari 1992

Hari ini..

Gue dan nyokap masih terbaring di rumah sakit, ceritanya nyokap abis ngelahirin anak lucu nan imut-imut (baca : amit-amit) yang diberi nama Aulia Rahman. Betul, dari sejarah panjang yang tercatat di buku nikah bonyok, gue dilahirkan dengan nama Aulia Rahman. Tapi 5 tahun kemudian, which was gue kelas 1 SD, wali kelas gue.. tanpa bikin bubur merah bubur putih, seenaknya menghilangkan 1 huruf di nama belakang gue, dan tanpa sadar, Ijazah SD gue tercetak dengan nama Aulia Rahma, dengan sangat amat terpaksa, gue harus menerima kenyataan kalo nama gue sudah tidak akan pernah utuh lagi untuk selama-lamanya. Padahal nama anak-anaknya bokap ada Rahman-nya semua. Sejak saat itu, gue berasa bukan anak bokap lagi.. hiks

Dang !! dengan cerita hidup yang cukup panjang, yang gak mungkin cukup buat gue tulis di postingan ini, sampailah gue di umur 22 tahun. Umur yang seharusnya membawa kita mendekati ‘kematangan’.

Buat gue pribadi, ulang tahun akan selalu jadi hari yang extraordinary, meskipun esensinya.. ulang tahun hanya terletak pada proses pengulangan tanggal, dengan hari dan tahun yang berbeda,
...dan di hari ke-22 tahun ini, ada cerita yang sayang kalo cuma disimpan sendiri..  

Rabu, 5 Februari 2014 
20.00 Waktu Indonesia Bagian Cibubur


Jadi ini ceritanya gue lagi nginep di kantor a.k.a rumah boss, karena selain pinggang gue rada panas kalo tiap hari harus bolak-balik ke rumah, gue juga harus beresin revisian proposal buat skripsi. Lah, apa hubungannya coba sama skripsi ?.. ya gini loh mbaknya, di kantor tuh ada wi-fi, mau nge-net sampe jungkir balik juga sak karepmu. Kalo harus ngerjain proposal di rumah, gue harus isi pulsa modem, belom lagi kalo jaringannya lemot.. gue harus nambahin antena darurat kayak gini..



Repot kan ?

Nah, selesai ngerjain revisian, kita (gue, maris, laskar georgia : fito, fano, mbak Tini) rencananya mau nobar film Shutter. Film horror Thailand-yang serem banget-itu.
Formasi seperti biasa, gue dan Fito yang paling pemberani, ngumpet dibalik selimut yang biasa dipake Mbak Tini buat nyetrika baju, Maris di kursi, Fano pindah-pindah nggak jelas, Mbak Tini mondar-mandir lebih nggak jelas lagi.

2 jam selanjutnya diwarnai dengan “KYAAAAAA”, “WHOAAAAA”, “ASTAGFIRULLAH!!”, “AAAAAK”, “DUT”, “PSSSS”, yang 2  terakhir ini emang agak aneh.. soalnya itu suara kentutnya Fito sama Fano.

-______- 

Setelah lemes yang diakibatkan tampang serem hantu yang nggak ada cakep-cakepnya itu, penonton bubar satu persatu. Fano-Fito keatas, gue, mbak Tini dan Maris gelar lapak buat tidur di depan TV. Mata gue berat banget mamen, udah 2 hari kurang tidur, makanya pas yang lain ngajakin lanjut nonton film Suzanna, gue nolak. Gak tahan ngantuknya.

22. 30 

Ahh.. godaan film Suzanna emang sulit ditolak. Dengan mata yang udah nggak simetris, gue nyoba nonton..
 FYI, ini episode yang doi makan ari-ari bayi biar sakti.

15 minutes left..

*lambaikan tangan ke kamera*

Ngantuk Cuy !!
zzzzzzzzzzzZZZZzzzzZZZZzzz.........

***

Kamis, 6 Februari 2014
00.05 Masih Waktu Indonesia Bagian Cibubur

‘Dak.. Dak.. Dak..’ diluar ada suara orang ngetok pintu keras banget. Melek aja berat, apalagi bangun buat bukain pintu coba. Biar Maris atau Mbak Tini ajalah yang bukain, toh mereka masih pada nonton TV.

Dan kayaknya diluar ujan deres.

‘Dakk..DAKK..DAKKKK’ suara ketokannya makin keras, mungkin lebih tepatnya.. gebrakan.. ini siapa sih malem-malem !!
Nggak berapa lama, telepon rumah bunyi ‘Kringgg.. kringg..’
Sementara diluar masih bunyi orang gebrak-gebrak pintu, makin lama makin keras.
Bodo ah, ngantuk !!

‘BRAK.. KRIINGG.. KRINNG.. BRAKKK.. BRAKKKKKK.. KRINGG’
Ahhhh, kepaksa deh gue melek.
Loh..
Maris..
Mbak Tini..
Kalian pada kemana.. ?
Gue sendirian di ruang TV. Dan perasaan gue.. udah.. enggak.. enak.
‘halo’ gue angkat telepon.

Mati.

Dengan takut-takut, gue seret langkah mendekati pintu. Khawatir orang jahat, gue intip lewat jendela.
He ? mas-mas ? pake mantel ?  siapa ya ?
Aduh jangan mas, saya sudah punya pacar.

‘iya mas ?’ gue sapa mas-mas itu dengan tampang sok tenang padahal lagi ketakutan setengah mati.
‘Ini mbak, pesanannya Bu Sari’, Mas-mas itu nyerahin 2 bungkus plastik KFC Medium.
WOW.. ini surprise tohhhhhh... ohh.. jadi itu mas-mas delivery tohhh.. aih kirain mau nembak.

Aman, berarti gue lagi dikerjain. Tapi kok tetep nggak keluar-keluar ini orang-orang ?
Udahlah Ay, tenang.. nggak usah panik. Gue nyoba nenangin diri.

Tapi kemudian bayangan-bayangan hantu ‘Shutter’ yang, mesti gue ulangi, SEREM-BANGET-ITU.. terlintas di pikiran gue. Baru mau pasang kuda-kuda buat lari ke kamarnya Ibu boss diatas, eh... mereka (Ibu, Maris, Mbak Tini, Aldy & Fano) turun, bawa kue tart.

‘Happy Birthday To You !!’
Ah, becandanya jelek :) 

Serem tauk itu tadi.. huhu
Abis moment tiup-tiupan lilin, kita pesta KFC-an.
Gue sering sih dikerjain, tapi baru kali ini sampe ‘digituin’ banget. Hahaha..
Makasih banyak yaa my another dearest family, sayang kalian.

***

Setelah itu, hari gue berjalan seperti biasa. Bangun pagi, mandi, sarapan, ngantor, dengan mata yang super duper ngantuk.

Sampe akhirnya jam makan siang, ada bbm dari pacar :

‘Dear, nanti malem ada acara ?’
‘Kayaknya enggak, kenapa ?’
‘Keluar yuk ! )’
‘he ? kemana ?’
‘udah, ikut aja..  )

Seketika gue mengendap aroma ketidakberesan.

**

17.00 pm

Waktunya pulang, singkat cerita sebelum pacar jemput, ada tukang foto copy langganan kantor dateng, dengan ngomong rada-rada nervous gitu doi ngasih bunga sama kado. Gue nggak bisa nebak isinya apa, soalnya dibungkus pake kertas kado yang, gue aja nggak bisa bungkus kado se’perempuan’ itu. Tapi whatever itu tujuannya, makasih ya.
10 menit kemudian pacar dateng, kok tumben-tumbenan bawa mobil, biasanya juga naik motor (kecuali urgent banget), doi turun dengan setelan rapi jali, tangan dibelakang ala-ala cowok FTV. Gue tau apa yang doi bawa, yang jelas bukan ember.

‘Happy birthday ya.. :)’ dia ngasih bunga mawar merah anti layu.
‘hehehe.. makasih ya’
Aroma ketidakberesan semakin tercium jelas !.
‘Yuk.. doi memboyong (eh apa ya bahasanya) mengiring gue masuk ke dalem mobil, dengan tampang cengar-cengir mencurigakan doi bilang ‘nanti tutup matakamu ya!’
Loh.. loh
‘tutup pake apa ? ogah..’
‘ini’ dia ngangkat slayer penutup serbaguna.
*glek* God. Help.

Oiya, sebelum mata gue ditutup dengan paksa, gue sms boss gue, gue nggak tau siapa lagi orang yang harus gue kabarin karena orang yang paling terakhir ketemu gue sebelum tragedi penculikan ini, ya boss gue itu.

Isi sms gue :
‘Bu, Septian nggak bilang mau ngajak kemana, ini sebentar lagi mata saya mau ditutup. Tolong.’
Eng ing eng..
Boss gue bales :

‘Jangan-jangan kamu mau dibawa ke semak-semak Ay.. hihihi’

Oh. Oke.
Mata gue resmi ditutup. Gue nggak bisa liat jalan, nggak bisa liat apapun. Dengan nada setengah ngomel gue ngomong ke doi :
‘Yang, awas kamu kalo bawa aku ke semak-semak. Aku lagi lemes, nggak bisa ngehajar kamu soalnya. Kan nggak fair!’
Doi Cuma ketawa-ketawa..
‘Ya ampun.. waktu kamu sakit itu aja nggak aku apa-apain kan di mobil ?’
‘mmm.. iya sih :/’
Anyway, pemandangan yang terakhir gue liat adalah pintu toll menuju Jakarta. Untuk selanjutnya gue tidur. 

1 jam kemudian..gue ngerasa mobil melambat, kemudian parkir. Kok gelap ? Oh dimana gue.. tolong.. gue diculik.
Eh iya, kan matanya emang ditutup ya ? hahahaha

Yak, dengan mata masih ditutup. Gue dituntun keluar dan jalan beberapa meter persis kayak orang buta. Dan persis kayak adegan-adegan di FTV. Cuma bedanya, kalo di FTV biasanya adegan gini, pacarnya tuh mau kasih surprise, ini gue khawatir pacar gue mau nyeburin gue ke jurang karena dia baru ngeh kalo punya pacar kayak gue. hahaha
Mata gue dibuka. Guess what gue dimana ??
PANTAI ANCOL.
Pantainya emang biasa, sebulan yang lalu juga gue kesini. Cuma, suasana malam disana ditambah perlakuan pacar selama jemput sampe tempat ini bikin gue wondering juga. Buat orang yang enggak romantis kayak dia, ini great 

Sampe saking wonderingnya gue nanya ke doi ‘Kamu nonton berapa FTV sampe bisa punya konsep kayak gini ?’

‘Enggak usah nonton FTV kali, ini wajar buat yang spesial’
Oh my God, ceburin aku ke laut. sekarang.


Dia ternyata bawa cupcake udah + beberapa lilin, tapi karena faktor angin, sampe beberapa lama lilinnya susah dinyalain. Jadilah hampir 15 menit kita bekutat dengan kue dan lilin-linnya itu. Doi ngasih kado yang lumayan berat.

Ini,

Jadi gue sering banget cerita sama doi, gue pengen banget bisa travelling keliling Indonesia.

And it's his magical sentence :

‘Aku belum bisa ajak kamu travelling keliling Indonesia, makanya.. sementara, aku kasih ini dulu ya ;))’


Dan kali ini, gue bener-bener pengen nyebur ke laut.. *wink*





Tuesday, January 21, 2014

What a Life ?

Masih tentang hujan yang sama. Hujan yang membawa banyak cerita bersama tiap tetesan air yang jatuh ke bumi. Kami suka hujan, sebelum ia menjadi bencana.

Jakarta, 19 Januari 2014-01-21
Posko Banjir Jatinegara, around 200 M from RSIA Hermina.

After a long enough trip, akhirnya kita (Gue, Pacar, Maris, Mbak Arum, Fano & Fito) mendarat di Posko banjir disekitaran RSIA Hermina Jatinegara – Jaktim. Mau bantuin korban banjir ceritanya. Iya, Cuma sedikit sih.. tapi like my wonder woman said : “Yang terpenting dari semua ini bukan banyak atau sedikitnya, tapi niatnya”. Siap Komandan!! *mata lope2*

So here we are..

Dengan (almost) 5 karung baju bekas, 3 Karton Mie Instan dan 150 roti. Kita nyari-nyari posko yang ‘tepat’ karena  lo tau, disana mayoritas penuh sama posko ParPol, Oh no.. nggak deh, yang ada buat pencitraan pihak-pihak tertentu doang. I’m really skeptic about this one.

Nggak lama nyari-nyari, akhirnya ketemu posko FPI, yaudah langsung ajaitu barang-barang tadi diangkut ke posko. Kita ikutin mereka dari belakang (yaiyalah, masa ikutin dari depan ? :p)

Well.. well.. well..
Kita ketemu Sapri with a masak-aer-biar-mateng-facenya itu.
Oh my God, baru kali ini gue ngeliat korban banjir secara langsung dengan mata kepala gue sendiri, roti kita (I mean roti yang kita bawa tadi) diserbu dan habis dalam hitungan menit.
Ada yang lucu, gue denger percakapan beberapa anak kecil dan temen-temennya “eh, baju gue belom kering nih”, “eh baju gue udah lho, tinggal yang atasnya belom”
Sabar ya, dude :’)

Setelah selesai, kita langsung balik. Nggak enak juga lama-lama disana. Selain nggak bisa bantu banyak, gue nggak tega liatnya.

Hal yang sangat gue apresiasi dari hal ini adalah bantuan dari semua temen-temen, sodara, tetangga, keluarga, pacar and last but not least, my boss.. whom I call ‘wonder woman’ above. Terima kasih atas semua bantuannya. Barakallah :)

Dan setidaknya, hal kecil ini harusnya menyadarkan kita kembali, bahwa hidup itu bukan cuma tentang seneng-seneng.
Have a great warm heart !! ;)






Monday, January 13, 2014

10 lagu yang enak didengerin saat hujan




Januari, always identik sama hujan lebat, banjir.. dan ojek payung.

Ngomong-ngomong soal hujan, kayaknya semua setuju kalo aktivitas yang hujanable banget itu : Selimutan + dengerin musik. Nah.. postingan gue kali ini bakal ngebahas playlist of the rain songs yang menurut gue asik banget buat nemenin lo 'menikmati' hujan.. and these are..

1.  The Scientist - Coldplay
2.  Endless Rain – X-Japan
3.  Rain will fall – Mocca
4.  Stay – Miley Cyrus
5.  Sovereign Light Cafe – Keane
6.  Kemesraan – Iwan Fals
7.  When you love someone – Endah ‘n Rhesa
8.  How - Maroon5
9.  Only reminds me of you - MYMP
10.Telephone - Mocca
 
Well, these are my ‘rain songs’, how about yours ? :)

Date a girl who reads




Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.

Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas and for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry, in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

She has to give it a shot somehow.

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who understand that all things will come to end. That you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilightseries.

If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.

Or better yet, date a girl who writes.
Rosemarie Urquico (via kblitz)

Thursday, January 2, 2014

I am grateful for........


Hidup dipenuhi jutaan benteng yang membatasi kita dengan banyak pencapaian, namun sesungguhnya jika kamu peka kawan, benteng tersebut tak lebih hanyalah rentetan kartu domino yang, jika kamu punya keinginan yang cukup kuat untuk selalu memperbaharui semangat, kamu akan dapat menembusnya.

Sulit, tetapi mungkin.

Rangkaian liburan kali ini ditutup dengan penuh rasa syukur,  ungkapan terima kasih, serta ratusan doa sekaligus untuk mengawali masa dimana saya akan menjadi manusia baru. Untuk segala tawa, tangis, haru, segala pelajaran dan kesenangan-kesenangan yang selalu membuat hati tak henti mengucap syukur yang amat sangat.

Saat ini, ataupun seterusnya.. saya hanya ingin terus memperbaiki diri. Pengalaman perlahan mengajarkan saya bagaimana caranya bersyukur dan belajar menerima bahwa hidup akan selalu dipenuhi dengan dinamika yang tak dapat diprediksi.

Tapi,

Kehidupan, kembali mengajarkan saya.. bahwa hidup dengan penuh rasa cinta, membuat kamu tidak akan pernah berhenti bahagia :)